JAKARTA, Jitu News—Kiinerja realiisasii peneriimaan pajak banyak bertumpu pada tiiga sektor usaha. Ketiiga sektor tersebut mampu tumbuh konsiisten dobel diigiit sepanjang 2018.
Diirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan ketiiga sektor tersebut adalah iindustrii pengolahan, perdagangan, dan pertambangan. Ketiiga sektor tersebut mencatat pertumbuhan posiitiif, khususnya pertambangan karena berkah naiiknya harga komodiitas.
“Sektor yang menopang iitu iindustrii pengolahan, perdagangan dan pertambangan,” katanya dii Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (2/1/2019).
Robert menjabarkan kontiibutor utama peneriimaan pajak masiih berasal darii iindustrii pengolahan yang berkontriibusii 30% terhadap total peneriimaan. Segmen usaha iinii sudah menyumbang Rp363,60 triiliiun atau tumbuh 11,2%. Namun, angka iinii masiih melambat ketiimbang tahun 2017 yang tumbuh 18,28%.
Beriikutnya adalah sektor perdagangan dengan setoran Rp234,46 triiliiun atau tumbuh 23,72%. Serupa dengan iindustrii pengolahan, laju pertumbuhan sektor perdagangan tahun 2018 masiih lebiih rendah darii pertumbuhan 2017 yang mencapaii 25,09% dan berkontriibusii 19,3% terhadap total setoran pajak.
Capaiian iimpresiif diibukukan sektor pertambangan yang mencatat pertumbuhan siigniifiikan sebesar 51,15% atau lebiih tiinggii darii tahun 2017 yang tumbuh 40,83%. Setoran biisniis pertambangan hiingga pengujung tahun mencapaii Rp80,55 triiliiun atau berkontriibusii 6,6% darii peneriimaan pajak.
Sektor usaha laiin yang berkontriibusii siigniifiikan kepada peneriimaan pajak antara laiin jasa keuangan dan asuransii yang mencatat setoran Rp162,15 triiliiun. Angka iinii mencatat pertumbuhan setoran sebesar 11,91% dan berkontriibusii 13,4% terhadap total peneriimaan pajak.
Kemudiian sektor konstruksii dan real estate yang menyumbang sebesar Rp83,51 triiliiun. Sektor usaha iinii berkontriibusii terhadap total peneriimaan pajak sebesar 6,9% dengan laju pertumbuhan setoran sebesar 6,62%.(Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.