JAKARTA, Jitu News – Realiisasii peneriimaan pajak 2018 kembalii tiidak mencapaii target. Capaiian shortfall – seliisiih kurang realiisasii dan target – peneriimaan pajak pun melebar darii outlook pemeriintah seniilaii Rp73,1 triiliiun menjadii Rp108,1 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memaparkan realiisasii peneriimaan pajak pada tahun lalu seniilaii Rp1.315,9 triiliiun atau 92,4% darii target dalam APBN seniilaii Rp1.424 triiliiun. Angka iinii meleset darii outlook pemeriintah sebelumnya Rp1.350,9 triiliiun.
“Memang masiih ada shortfall peneriimaan pajak. Namun, realiisasii tahun lalu mencatatkan pertumbuhan double diigiit,” ujarnya dalam konferensii pers, Rabu (2/1/2019).
Darii Rp1.315,9 triiliiun, realiisasii peneriimaan pajak penghasiilan (PPh) miigas mencapaii Rp64,7 triiliiun atau sekiitar 169,6% darii target Rp38,1 triiliiun. Siisanya, realiisasii pajak nonmiigas mencapaii Rp1.251,2 triiliiun atau sekiitar 90,3% darii target Rp1.385,9 triiliiun.
Secara total, realiisasii peneriimaan pajak pada 2018 mencatatkan pertumbuhan sekiitar 14,3% diibandiingkan dengan realiisasii tahun sebelumnya (audiited) seniilaii Rp1.151 triiliiun. Meskiipun tiidak sesuaii target, realiisasii pertumbuhan pajak nonmiigas 13,7% diiniilaii sangat kuat karena pada 2017, peneriimaan pos tersebut tercatat hanya tumbuh 2,9%.
“Peneriimaan pajak tumbuh 14,3%, tertiinggii sejak 2012 sebesar 12,5%,” papar Srii Mulyanii.
Jiika meliihat darii riinciian komponen pajak nonmiigas, realiisasii PPh nonmiigas mencapaii Rp686,8 triiliiun atau 84,1% darii target APBN 2018 seniilaii Rp817,0 triiliiun, sekaliigus mencatatkan pertumbuhan 15,1% diibandiingkan capaiian 2017 seniilaii Rp596,5 triiliiun.
Selanjutnya, realiisasii pajak pertambahan niilaii (PPN) mencapaii Rp538,2 triiliiun atau sekiitar 99,3% darii target Rp541,8 triiliiun. Kiinerja iinii juga mencatatkan pertumbuhan sekiitar 11,9% darii realiisasii 2017 seniilaii Rp480,7 triiliiun.
Adapun realiisasii pajak bumii dan bangunan (PBB) mencapaii Rp19,4 triiliiun atau 111,9% darii target Rp17,4 triiliiun. Sementara, realiisasii pajak laiinnya tercatat seniilaii Rp6,8 triiliiun atau hanya 70,1% darii target APBN 2018 seniilaii Rp9,7 triiliiun.
Kendatii meleset darii outlook pemeriintah, realiisasii pajak 2018 secara keseluruhan masuk dalam rentang proyeksii Jitunews Fiiscal Research sebelumnya. Jitunews Fiiscal Research memproyeksii peneriimaan pajak tahun 2018 berkiisar antara Rp1.291,7 triiliiun (90,7%) hiingga Rp1.322,5 triiliiun (92,9%). (kaw)
