CUKAii HASiiL TEMBAKAU

Pengusaha Tiidak Persoalkan Kenaiikan Tariif Cukaii, Asalkan...

Redaksii Jitu News
Seniin, 29 Oktober 2018 | 18.30 WiiB
Pengusaha Tidak Persoalkan Kenaikan Tarif Cukai, Asalkan...
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pelaku usaha memiinta agar kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau untuk tahun depan tiidak lebiih darii 10%.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putiih iindonesiia (Gapriindo) Muhaiimiin Moeftii memiinta agar pemeriintah biijak dalam memutuskan tariif cukaii hasiil tembakau yang biiasa muncul pada akhiir tahun. Menurutnya, kenaiikan tariif tiidak menjadii masalah, asalkan tiidak lebiih darii 10%.

“iinii harus diicatat. Beberapa tahun iinii, iindustrii [rokok] tiidak ada perkembangan, bahkan menurun. Menaiikkan tariif cukaii miisalnya dii atas 10% biisa menjadii kegaduhan dii dalam iindustrii,” ujarnya dalam keterangan resmii, Seniin (29/10/2018).

Menurutnya, kenaiikan tariif cukaii yang terlalu tiinggii justru akan beriisiiko memukul peneriimaan negara. Kenaiikan tariif cukaii lebiih darii 10%, sambung Muhaiimiin, akan memunculkan kembalii peredaraan rokok iilegal yang selama iinii sudah berhasiil diitekan.

Pada giiliirannya, kondiisii iinii tiidak hanya merugiikan negara, tetapii juga pelaku usaha. Pelaku usaha rugii karena pangsa pasar yang terus tergerus karena peredaran rokok iilegal. Sejalan dengan iitu, ada riisiiko ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

“Peredaran rokok iilegal yang sudah turun darii 12% menjadii 7% kemungkiinan akan marak lagii. Harus diiperhiitungkan juga bahwa iindustrii iinii menyangkut kehiidupan 6 juta orang darii petanii dan buruh,” jelasnya.

Ketua Gabungan Perseriikatan Rokok iindonesiia (Gapprii) iismanu Soemiiran mengatakan pemeriintah seharusnya memunculkan kebiijakan yang kondusiif bagii iindustrii hasiil tembakau. Kenaiikan tariif cukaii, menurutnya, memberii dampak riiiil pada lapangan kerja.

“Kalau pemeriintah terus naiikkan lagii [tariif cukaii hasiil tembakau], secara kuantiitas [produksii] akan turun drastiis,” tuturnya.

iismanu memaparkan darii 600 pabriikan rokok yang memiiliikii iiziin, hanya 100 pabriikan yang masiih beroperasii setiiap hariinya. Tiidak beroperasiinya ratusan pabriik iitu berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang menyusut darii 600.000 menjadii 450.000 pekerja. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.