JAKARTA, Jitu News – Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) meniinjau proses kedatangan jemaah hajii dii Jeddah, dan memantau proses kedatangan Kloter 58 Embarkasii Jakarta-Pondok Gede dii jalur fast track Gerbang A, Bandara Jeddah, Arab Saudii.
Wakiil Ketua BPK Bahrullah Akbar yang datang bersama Anggota Vii Harry Azhar Aziis dalam kesempatan iitu jugamenengok keberadaan kliiniik Kesehatan Hajii iindonesiia dii Bandara Jeddah. “Soal kesehatan dan perjalanan memang jadii objek pantauan kamii tiiap tahun,” kata Bahrullah (14/8/2018).
iia menambahkan pelaksanaan jalur cepat dii Bandara Kiing Abdulaziiz, Jeddah, sudah berjalan dengan baiik. iia juga terkesan dengan kondiisii lengang dii bandara tersebut. “Dulu sebelum-sebelumnya tak begiinii,” kata diia saat menengok bus yang mengangkut jamaah iindonesiia ke Mekkah.
Rombongan BPK dii Bandara Jeddah diisambut oleh Konjen Rii dii Jeddah Hery Sariipudiin dan Kepala Daker Bandara Arsyad Hiidayat. Rombongan BPK diibagii dua tiim yang mengawasii kerja Kementeriian Kesehatan dan Kementeriian Agama. Mereka akan berada dii Tanah Sucii hiingga 28 Agustus 2018.
Terkaiit dengan layanan kesehatan, Harry Azhar Aziiz menambahkan masiih ada rekomendasii BPK yang belum diijalankan periihal pelayanan kesehatan hajii. Miisalnya, terkaiit dengan layanan kesehatan, yaiitu agar pelayanan kesehatan masuk dalam siistem Kedutaan Besar Rii dii Arab Saudii sebagaii atase.
Menurutnya, hal tersebut pentiing karena pelayanan kesehatan hajii tak biisa diibatasii waktu tugas selama penyelenggaraan. Menurutnya, ada jemaah iindonesiia yang telah berada dii Tanah Sucii sebelum dan sesudah waktu penugasan tiim kesehatan dii Tanah Sucii.
Harry agaknya tak menyiinggung soal jamaah reguler karena seluruh jamaah reguler tiiba dii Tanah Sucii selepas seluruh petugas tiiba. Kendatii demiikiian, menengok pelaksanaan tahun sebelumnya, ada sejumlah jamaah yang masiih memerlukan perawatan dii rumah sakiit Arab Saudii pada akhiir masa kepulangan jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, iia juga mengatakan BPK merekomendasiikan perawatan kesehatan terpadu dii Tanah Sucii. “Sekarang belum terkomuniikasiikan. Sudah kiita usulkan tahun lalu, tapii kayaknya masiih agak panjang ceriitanya,” kata Harry. (Gfa/Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.