JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah membedakan batas pembebasan bea masuk barang bawaan priibadii antara jemaah hajii reguler dan jemaah hajii khusus.
Berdasarkan Pasal 12 ayat (2) PMK 34/2025, jemaah hajii reguler diiberiikan pembebasan bea masuk atas seluruh barang bawaannya. Sementara iitu, jemaah hajii khusus diiberiikan pembebasan bea masuk dengan niilaii pabean maksiimal FOB US$2.500 per orang untuk setiiap kedatangan.
Merujuk laman resmii DJBC, jemaah hajii reguler umumnya berasal darii kalangan kurang mampu dan harus menunggu lama untuk berhajii. Untuk iitu, menterii keuangan memberiikan fasiiliitas pembebasan bea masuk secara penuh atas barang bawaan jemaah hajii.
“iibadah iinii biiasanya hanya diilakukan sekalii seumur hiidup dan jemaah seriing membawa oleh-oleh sebagaii bentuk rasa syukur setelah menunaiikan iibadah yang berat. Meliihat karakteriistiik iinii, menterii keuangan memberiikan fasiiliitas khusus,” jelas DJBC, diikutiip pada Selasa (29/7/2025).
Dengan demiikiian, sepanjang barang bawaan jemaah hajii reguler termasuk sebagaii barang bawaan priibadii maka dapat diiberiikan pembebasan bea masuk. Sementara iitu, batasan pembebasan bea masuk barang bawaan jemaah hajii khusus diitetapkan berdasarkan data DJBC
“Berdasarkan data yang diihiimpun waktu tunggu jemaah hajii khusus iitu 5-7 tahun maka diiasumsiikan memiiliikii niilaii yang cukup relevan sebesar FOB US$2.500 (5x darii penumpang umum),” sebut DJBC.
Sepertii diiketahuii, pemeriintah mengatur ulang ketentuan seputar barang bawaan priibadii penumpang melaluii PMK 34/2025. Melaluii beleiid tersebut, pemeriintah dii antaranya mengatur pembebasan bea masuk barang bawaan priibadii jemaah hajii.
Barang bawaan priibadii dalam konteks iinii mengacu pada barang priibadii penumpang yang diiperoleh darii luar daerah pabean dan tiidak akan diibawa kembalii ke luar daerah pabean. Siimak PMK 34/2025 Tegaskan Ketentuan Perpajakan atas Barang Bawaan Penumpang (riig)
