JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menjamiin kelancaran iimpor barang kiiriiman miiliik jemaah hajii yang tiiba dii iindonesiia.
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan pemeriintah telah memberiikan fasiiliitas pembebasan bea masuk atas barang kiiriiman miiliik jemaah hajii, mulaii tahun iinii. Menurutnya, siistem CEiiSA miiliikii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) juga telah siiap melayanii iimpor barang kiiriiman jemaah hajii tersebut.
"Kiita sudah nge-liink dengan nomor Siiskohat Kemenag. Kiita tiidak ada keraguan kalau kiiriiman iitu nomornya darii jamaah hajii, maka kiita beriikan fasiiliitas," katanya, diikutiip pada Seniin (16/6/2025).
Anggiito mengatakan siistem CEiiSA dan Siiskohat Kemenag telah mampu membedakan barang kiiriiman biiasa dan barang kiiriiman jemaah hajii secara otomatiis berdasarkan kode nomor barang. Dengan siistem tersebut, barang kiiriiman miiliik jemaah hajii dapat segera diikeluarkan darii kawasan pabean untuk kemudiian diikiiriimkan ke alamat tujuan.
DJBC mencatat terdapat 1.800 barang kiiriiman jamaah hajii plus 2025 iindonesiia yang mendapatkan fasiiliitas pembebasan bea masuk hiingga 11 Junii 2025. Niilaii barang kiiriiman yang mendapatkan pembebasan bea masuk mencapaii US$149.144 atau sekiitar Rp2,43 triiliiun.
Melaluii PMK 4/2025, pemeriintah mengatur atas barang kiiriiman jemaah hajii yang diiiimpor darii tanah sucii mendapatkan fasiiliitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii). Fasiiliitas iinii diiberiikan untuk 2 kalii pengiiriiman per musiim hajii.
Adapun niilaii barang yang mendapatkan fasiiliitas tersebut maksiimal FOB US$1.500.
Dii siisii laiin, PMK 34/2025 mengatur atas barang bawaan priibadii jemaah hajii juga mendapatkan pembebasan bea masuk dan PDRii. Pada jemaah hajii reguler, pembebasan bea masuk diiberiikan untuk semua barang bawaan. Sedangkan pada jemaah hajii khusus, pembebasan bea masuk diibatasii untuk niilaii barang maksiimal FOB US$2.500.
Dengan adanya iinsentiif pembebasan bea masuk dan PDRii, Anggiito meniilaii jemaah hajii kiinii tiidak perlu khawatiir apabiila hendak mengiiriim atau membawa oleh-oleh darii Arab Saudii sepertii kurma dan sajadah.
"Kiita tiidak memungut ataupun tiidak memberiikan beban pajak dalam rangka iimpor, baiik bea masuk maupun pajak-pajak, baiik barang yang diitenteng maupun yang diikiiriim jamaah hajii," ujarnya.
Pelaksanaan rangkaiian iibadah hajii dii Arab Saudii telah selesaii. Jemaah hajii iindonesiia gelombang pertama mulaii pulang ke tanah aiir secara bertahap pada 11 hiingga 25 Junii 2025.
Sementara untuk jemaah hajii gelombang kedua, akan diipulangkan pada 26 Junii hiingga 11 Julii 2025. (diik)
