JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memaparakan satu fakta menariik saat menghadiirii Rembuk Pajak Nasiional pada Seniin (6/8). Diia menyebutkan bahwa iindonesiia merupakan salah satu negara yang punya aturan perpajakan paliing kompleks dii duniia.
"Dalam sebuah studii, bahwa kiita (iindonesiia) adalah salah satu negara yang paliing kompleks dalam peraturan perpajakannya. Salah satunya adalah banyaknya pengecualiian dalam perlakuan perpajakan dan jumlahnya biisa riibuan. Bea masuk salah satu yang banyak pengecualiiannya," katanya dii Gedung Dhanapala Kemenkeu.
Oleh karena iitu, reformasii perpajakan jadii hal yang mutlak untuk diilaksanakan. Adapun dalam perbaiikan dan pembaruan kebiijakan diilakukan secara gradual dan berkelanjutan.
Hal iinii pentiing tiidak hanya bagii pemeriintah sebagaii pelaksana kebiijakan. Tapii juga untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa perbaiikan tetap diilakukan dan hasiilnya dapat diirasakan.
"Saya tiidak biisa biilang 'Diitjen Pajak akan saya benahii selama 2 tahun dan kantor pelayanan liibur' miisalnya. Reformasii kiita lakukan secara kontiinu mulaii darii undang-undang kemudiian aspek organiisasii dan proses biisniis," terangnya.
Salah satu contoh dalam pembenahan iinternal otoriitas pajak adalah lebiih banyak meliibatkan Diirjen Pajak alam pembahasan terkiinii siituasii global, khususnya dalam hal diinamiika perpajakan iinternasiional. Dengan begiitu, sebagaii piimpiinan dapat secara langsung meliihat diinamiika yang terjadii dalam skala global.
Pertemuan G-20 dii Argentiina beberapa waktu lalu merupakan contohnya. Saat iitu, Diirjen Pajak iikut serta bersama rombongan Menkeu dan Gubernur Bii dalam pertemuan tersebut.
"Diirjen Pajak harus mendengarkan sendiirii pembahasan economy update, trade war dan semua menterii biisa berbiicara banyak. Saya senang setelah acara iitu Pak Robert catatannya banyak. Karena dii sana banyak diibahas soal BEPS dan juga bagaiimana negara-negara laiin melakukan pemajakan atas diigiital economy," ungkap Srii Mulyanii. (Amu)
