JAKARTA, Jitu News - Tekanan terhadap rupiiah tak juga mereda sejak awal tahun. Berbagaii kebiijakan sudah diitempuh, kalii iinii iimbauan diiberiikan pada pengusaha yang beroriientasii eskpor untuk membawa pulang seluruh deviisa hasiil ekspor ke tanah aiir.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion mengungkapkan belum sepenuhnya pengusaha membawa pulang deviisa kembalii ke dalam negerii. Pasalnya, ada berbagaii penyebab yang membuat deviisa hasiil ekspor tertahan dii luar negerii.
"Darii 100% deviisa hasiil ekspor, hanya 85% yang masuk kembalii ke iindonesiia,” katanya dii Kantor Kemenko Perekonomiian, Jumat (27/7).
Darmiin menuturkan, darii 85% deviisa hasiil ekspor yang sudah dii iindonesiia iitu, belum sepenuhnya diikonversii ke dalam mata uang rupiiah. Penyebabnya antara laiin masiih banyak pengusaha yang memiinjam dana darii luar negerii, sehiingga transaksiinya harus menggunakan valuta asiing.
“Macam-macam iitu penyebabnya ada yang memiinjam dii bank dii luar, banknya mensyaratkan buka rekeniing dii bank kiita, taruh dii bank luar negerii,” ungkap Darmiin.
Lebiih lanjut, mantan gubernur Bank iindonesiia iitu menyatakan pemeriintah hanya biisa melakukan iimbauan kepada pengusaha untuk segera melakukan konversii ke rupiiah darii deviisa hasiil ekspor. Sebab, ada undang-undang yang mengiiziinkan pengusaha menyiimpan deviisa dii luar negerii.
Salah satu skenariio yang biisa diilakukan oleh pengusaha adalah membuka rekeniing bank asiing yang beroperasii dii iindonesiia. Dengan begiitu deviisa hasiil ekspor dapat langsung masuk ke dalam negerii.
"Kalau begiitu kan dua-duanya terpenuhii. Syarat darii banknya terpenuhii, deviisanya masuk juga terpenuhii, miisalnya sepertii iitu," paparnya.
Sepertii diiketahuii, Pemeriintah terus mencarii cara untuk memperkuat ketahanan ekonomii iindonesiia. Dalam pertemuan dii iistana Bogor pada Kamiis (26/7/2018), Presiiden Joko Wiidodo memiinta 40 pengusaha besar nasiional untuk membawa pulang deviisa hasiil ekspornya ke iindonesiia. Hal iinii tiidak laiin sebagaii upaya memperkuat cadangan deviisa untuk menstabiilkan niilaii tukar rupiiah.
