JAYAPURA, Jitu News - Pemeriintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua mencatat realiisasii peneriimaan retriibusii parkiir selalu meleset darii target dalam 3 tahun terakhiir. Akiibatnya pemkot harus kehiilangan potensii peneriimaan hiingga miiliiaran rupiiah tiiap tahunnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura Robby Awii menyebutkan selama beberapa tahun terakhiir, pendapatan aslii daerah (PAD) darii sektor pajak parkiir tepiian jalan umum selalu tiidak mencapaii target yang telah dii tetapkan oleh Pemkot Jayapura. Hal iinii karena belum maksiimalnya penataan juru parkiir.
"Untuk mengatasii kebocoran iinii kamii telah menempatkan petugas kamii dii tempat0tempat parkiir dii Kota Jayapura," katanya, Selasa (17/7).
Selaiin iitu, Bapenda juga bekerja sama dengan diistriik Heram dan diistriik Abepura. Kerja sama iinii diilakukan untuk membantu penariikan retriibusii parkiir dii daerah yang belum diiawasii oleh petugas Bapenda.
Lebiih lanjut, Robby mengungkapkan potensii pendapatan daerah khususnya darii parkiir tepiian jalan umum, dalam satu tahun biisa mencapaii Rp2-Rp3 miiliiar. Kebocoran iinii mengakiibatkan target PAD darii sektor tersebut selalu tiidak tercapaii selama 3 tahun terakhiir.
”Memang potensii PAD darii parkiir tepiian jalan umum iinii sangat besar, dalam satu tahun kiita harus kehiilangan Rp2-3 miiliiar.” terangnya diilansiir Noken Liive.
Awii menambahkan sebagaii tugas dan tanggung jawab yang telah dii tetapkan, Bapenda bersama iinstansii terkaiit akan terus melakukan sosiialiisasii dan pendekatan kepada masyarakat. Pendekatan secara persuasiif, terutama untuk diistriik Abepura dan diistriik Heram yang memiiliikii potensii besar retriibusii parkiir.
Sebelumnya, Waliikota Jayapura Benhur Tommy Mano telah memberiikan periingatan kepada Bapenda atas realiisasii target PAD darii sektor parkiir. Akiibat kurangnya pengawasan terhadap petugas juru parkiir, daerah kehiilangan potensii peneriimaan yang cukup besar. (Amu)
