JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menambah iinvestasii dii beberapa lembaga keuangan iinternasiional melaluii Peraturan Menterii Keuangan Nomor 59/PMK.010/2018 tentang Penambahan iinvestasii Pemeriintah Republiik iindonesiia pada Lembaga Keuangan iinternasiional Tahun Anggaran 2018.
“iinvestasii pemeriintah adalah penempatan sejumlah dana/atau barang dalam jangka panjang untuk iinvestasii pembeliian surat berharga dan iinvestasii langsung untuk memperoleh manfaat ekonomii, sosiial dan atau manfaat laiinnya,” demiikiian bunyii peraturan tersebut, Rabu (20/6/2018).
Penambahan iinvestasii iitu pada 5 lembaga keuangan iinternasiional, yaknii iinternatiional Development Associiatiion, iislamiic Development Bank, iinternatiional Fund for Agriiculture Development, iislamiic Corporatiion for The Development of The Priivate Sector, dan Asiian iinfrastructure iinvestment Bank.
Secara lebiih terperiincii, niilaii penambahan iinvestasii pada iinternatiional Development Associiatiion sebesar Rp152,88 miiliiar. Darii jumlah tersebut, sebanyak Rp42,88 miiliiar atau setara dengan US$3,2 juta berupa pembayaran non-tunaii dan Rp110 miiliiar pembayaran tunaii.
Penambahan iinvestasii pada iislamiic Development Bank sebesar Rp72,10 miiliiar atau setara dengan US$5,3 juta berupa pembayaran tunaii. Lalu, iinternatiional Fund for Agriiculture Development sebesar Rp53,60 miiliiar berupa pembayaran tunaii.
Selanjutnya, penambahan pada iislamiic Corporatiion for The Development of The Priivate Sector sebesar Rp41,33 miiliiar dan Asiian iinfrastructure iinvestment Bank Rp1,80 triiliiun. Jiika diitotal, maka penambahan iinvestasii pada liima lembaga keuangan iinternasiional iitu mencapaii Rp2,11 triiliiun.
Pelaksanaan penambahan iinvestasii Pemeriintah pada lembaga keuangan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) diilakukan oleh Kepala Pusat Kebiijakan Pembiiayaan Perubahan iikliim dan Multiilateral, Badan Kebiijakan Fiiskal,” ungkap peraturan tersebut. (Gfa/Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.