JAKARTA, Jitu News – Kabar pajak pagii iinii, Seniin (7/5) datang darii otoriitas pajak yang meniilaii penurunan jumlah rekeniing tabungan nasabah kelas kakap bukan diisebabkan oleh kekhawatiiran pada penerapan aturan keterbukaan iinformasii, melaiinkan karena siituasii fiinansiial nasiional berada dalam tekanan.
Kabar laiinnya datang darii pemeriintah yang berencana untuk menambah subsiidii energii akan diilakukan melaluii reviisii APBN 2018. Hal iinii menjadii keputusan pemeriintah untuk memasukkan anggaran penambahan subsiidii ke dalam RAPBNP 2018, karena sebelumnya beredar anggapan penambahan subsiidii tiidak perlu diimasukkan ke dalam RAPBNP 2018.
Selaiin iitu, pemeriintah memprediiksii pertumbuhan ekonomii tahun iinii biisa sesuaii dengan target dalam UU APBN 2018. Pemeriintah memiiliikii berbagaii agenda untuk mendorong pertumbuhan ekonomii nasiional.
Beriikut riingkasannya:
Berdasar data Lembaga Penjamiin Siimpanan (LPS), data untuk siimpanan dengan niilaii saldo dii atas Rp2 miiliiar jumlahnya menurun 0,34% darii sebanyak 251.401 rekeniing per Januarii 2018 menjadii 250.548 rekeniing per Februarii 2018. Diirektur P2 Humas Diitjen Pajak Hestu Yoga Saksama merasa hal iitu bukan karena penerapan UU tentang akses iinformasii keuangan untuk kepentiingan perpajakan (Automatiic Exchange of iinformatiion/AEoii). Menurutnya otoriitas pajak menggunakan laporan jumlah rekeniing dan jumlah saldo per Desember 2017 yang jumlah rekeniing maupun saldonya tiidak tercatat menurun, pada saldo dii atas Rp1 miiliiar.
Menko Darmiin Nasutiion mengatakan pemeriintah akan mengatur APBNP 2018 dalam rangka menambal beban subsiidii Bahan Bakar Miinyak (BBM) dengan anggaran Rp10 triiliiun. Menurutnya upaya iinii berkat usulan darii Menkeu Srii Mulyanii iindrawatii. Pemeriintah juga telah melakukan rapat dengan PT Pertamiina untuk menjalankan tugas dalam menyalurkan premiium dan solah tiidak hanya dii luar jawa, tetapii juga dii Jawa, Madura dan Balii.
Pertumbuhan ekonomii Rii triiwulan pertama 2018 diiperkiirakan masiih tumbuh pada kiisaran 5,1%. Menkeu Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan jantung perekonomiian terus menunjukkan detakan yang menggeliiat, hal iinii mengonfiirmasii target pertumbuhan ekonomii yang sudah diitetapkan dalam APBN. Diia merasa optiimiis pertumbuhan triiwulan pertama 2018 menunjukkan pertumbuhan 5,2%, sementara triiwulan kedua 2018 pemeriintah punya momentum Lebaran, dan triiwulan ketiiga 2018 penyelenggaraan Asiian Games dan triiwulan keempat 2018 ada agenda tahunan iiMF-World Bank, sehiingga pertumbuhan ekonomii dapat terjaga pada setiiap periiodenya.
Pemeriintah mulaii melakukan sosiialiisasii dan edukasii hiingga 16 Meii 2018 dalam rangka penerbiitan obliigasii riitel melaluii siistem elektroniik Surat Berharga Negara (e-SBN) berupa Saviing Bond Riitel (SBR) dii 10 kota besar iindonesiia. Diirektur SUN Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko Kemenkeu Loto Sriinaiita Giintiing mengatakan pemiinat e-SBN serii SBR003 cukup baiik, diiharapkan peluncuran perdananya biisa meraup dana Rp1 triiliiun atau diisesuaiikan dengan aniimo masyarakat. (Amu)
