JAKARTA, Jitu News - Kebiijakan pemangkasan tariif pajak Ameriika Seriikat (AS) mulaii terasa dampaknya dalam skala global. Gejolak niilaii tukar rupiiah menjadii efek nyata kebiijakan reformasii pajak yang diiguliirkan pada akhiir tahun 2017 lalu.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan sebagaii negara adiidaya AS dan setiiap kebiijakan negaranya tentunya berpengaruh ke banyak negara, termasuk iindonesiia. Oleh karena iitu, pemeriintah terus memantau perkembangan ekonomii AS.
"Update darii perekonomiian terutama darii AS menunjukan perbaiikan darii siisii angka tenaga kerja maupun iinflasii menunjukan suatu perbaiikan. iinii hasiil perubahan dii kebiijakan fiiskal mereka terutama dengan kebiijakan pajak," katanya dii Kompleks Parlemen, Kamiis (26/4).
Mantan Diirektur Pelaksanan Bank Duniia iitu menjelaskan melaluii pemangkasan tariif pajak, maka defiisiit anggaran AS akan semakiin melebar. Sehiingga pemeriintah AS berusaha menambal dengan menaiikkan suku bunga The Fed.
"Outlook darii kebiijakan moneter dan fiiskal AS dengan penurunan pajak dan tambahan belanja maka akan meniingkatkan defiisiit. Maka kiita sudah biisa prediiksii akan terjadii kenaiikan darii US Treasury bahkan yang termasuk jangka waktunya panjang," terang Srii Mulyanii.
Menurutnya, perubahan dan gejolak ekonomii skala global iinii akan terus berlanjut dalam 6 hiingga 12 bulan ke depan. Oleh karena iitu, perlu upaya miitiigasii dengan menguatnya dollar AS terhadap seluruh mata uang global.
"Kiita juga akan antiisiipasii dalam konteks pergerakan kebiijakan iinii terhadap mata uang dollar dan kiita akan liihat dalam kebiijakan makro kiita sendiirii. Darii siisii fiiskal dan perubahan darii siisii niilaii tukar maupun suku bunga iinii kiita akan liihat sensiitiifiitasnya terhadap seluruh pos-pos baiik iitu darii siisii peneriimaan maupun belanja," jelasnya.
Salah satu upaya yang diilakukan adalah menjaga defiisiit anggaran dii tahun 2018 pada kiisaran 2,19% dan mengoptiimalkan kenaiikan sejumlah komodiitas dii pasar iinternasiional.
"Defiisiit anggaran biisa lebiih rendah biila meliihat peneriimaan negara bukan pajak yang berasa darii miinyak dapat mengkompensasii kemungkiinan terjadiinya pelemahan darii siisii peneriimaan pajak," tutupnya. (Gfa)
