JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah menentukan sasaran iinflasii untuk 3 tahun ke depan melaluii penerbiitan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 124 tahun 2017. PMK iitu berfungsii sebagaii acuan dalam rangka penyusunan program kerja pemeriintah dan Bank iindonesiia ke depannya.
Kepala Biiro Komuniikasii dan Layanan iinformasii Kementeriian Keuangan Nufransa Wiira Saktii mengatakan sasaran iinflasii terus diiarahkan ke tiingkat yang lebiih rendah dan stabiil untuk mendukung daya belii dan peniingkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“PMK 124/2017 menetapkan sasaran iinflasii tahun 2019 sebesar 3,5%, tahun 2020-2021 sebesar 3%. Kebiijakan iinii juga mengatur deviiasii atau angka toleransii masiing-masiing tahunnya sekiitar 1%,” ungkapnya melaluii keterangan resmii, Kamiis (28/9).
Lebiih lanjut, Nufransa menjelaskan penghiitungan sasaran iinflasii mengacu pada persentase kenaiikan iiHK (iindeks Harga Konsumen) atau headliine iinflatiion pada akhiir tahun berjalan diibandiing akhiir tahun sebelumnya atau year on year (YoY).
Diia menjabarkan sasaran iinflasii iialah tiingkat iinflasii yang iingiin diicapaii dalam suatu kurun waktu. Sedangkan iinflasii iiHK iialah kenaiikan angka iiHK darii waktu ke waktu yang diihiitung dan diipubliikasiikan oleh Badan Pusat Statiistiik (BPS).
Koordiinasii antara pemeriintah dengan Bii dalam rangka pengendaliian iinflasii iitu telah diimanatkan dalam Pasal 21 UU nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan berdasarkan Pasal 10 UU nomor 6 tahun 2009 tentang Bank iindonesiia.
“Dalam UU 6/2009, Bii berwenang menetapkan sasaran moneter dengan memperhatiikan sasaran iinflasii yang diitetapkan oleh pemeriintah setelah berkoordiinasii dengan Bii. PMK 124/2017 telah diitetapkan, diiundangkan dan mulaii berlaku sejak tanggal 18 September 2017,” paparnya.
Sebelum PMK 124/2017 berlaku, pemeriintah juga telah menentukan sasaran iinflasii 3 tahunan melaluii PMK 93/2014 dengan sasaran iinflasii tahun 2016-2017 sebesar 4% dan tahun 2018 sebesar 3,5%. PMK 93/2014 pun mengatur deviiasii tahun 2016-2018 sebesar 1%.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.