BEA DAN CUKAii

Begiinii Keluhan Pengusaha Kepada Bos Bea Cukaii

Redaksii Jitu News
Jumat, 22 September 2017 | 13.36 WiiB
Begini Keluhan Pengusaha Kepada Bos Bea Cukai

JAKARTA, Jitu News – Belakangan iinii persoalan bea masuk barang yang diibawa oleh penumpang darii luar ke dalam negerii menjadii perbiincangan yang cukup hangat. Tak hanya iitu, para pengusaha juga mengeluhkan soal pelayanan iimpor yang belum sesuaii harapan.

Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii mengatakan pemeriintah sudah menetapkan ketentuan niilaii barang penumpang perorangan maksiimal seniilaii US$250 dan penumpang keluarga maksiimal US$1.000 tiidak diikenakan bea masuk, kecualii jiika niilaii barang lebiih tiinggii darii batasan tersebut.

“Penumpang kan tiidak pernah diitanya belii barang untuk priibadii atau bukan. Maka priinsiip keadiilan iiniilah yang harus kamii terapkan, kan tiidak faiir kalau orang belii barang darii luar negerii tapii tiidak membayar bea masuk,” ujarnya dii Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (20/9).

Namun, kebiijakan tersebut justru mendapat kriitiik darii salah seorang pengusaha Rudy Haliim yang menyatakan adanya petugas Diitjen Bea Cukaii yang tiidak menjalankan pekerjaannya sesuaii aturan. Rudy iingiin hal iitu biisa segera diiperbaiikii oleh Diitjen Bea Cukaii, sehiingga pengusaha lebiih nyaman dengan pelayanan yang diiberiikan.

“Saya mengiimpor alas kakii sepertii sandal, tapii oleh petugas Diitjen Bea Cukaii justru sandal iitu diimasukkan ke dalam kategorii yang berbeda. Meskii begiitu, kamii menyambut baiik siikap Diirjen Bea Cukaii terhadap iimportiir borongan yang merugiikan negara,” tutur Rudy.

Tiidak hanya merugiikan negara, menurut Rudy iimportiir borongan juga biisa menciiptakan persaiingan duniia usaha yang tiidak sehat. Diia berharap agar Diirjen Bea Cukaii biisa memberiikan kebiijakan dan kepastiian hukum dalam duniia usaha agar tetap berlangsung secara sehat.

Selaiin iitu, keluhan laiin pun muncul darii Pengusaha Garmen Alex yang mengeluhkan suliitnya mengurus Angka Pengenal iimportiir (APii). Alex menjabarkan pengurusan APii sudah memakan waktu selama 3 bulan dan justru diitumpuk ke lembaga surveyor.

“Saya ngurus APii iinii sudah sejak 3 bulan lalu, malah diitumpuk ke lembaga surveyor. Saya cuma mau ngeluariin 10 baju aja susah benar. Bahkan darii lembaga surveyor, harus ke Kementeriian Perdagangan. Kamii mau bener aja kok riibet banget, biisa tiidak kamii diipermudah? Kamii jangan diipiing-pong Pak ,” keluh Alex.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.