JAKARTA, Jitu News – Anggota DPR memiinta pemeriintah agar biisa merealiisasiikan peneriimaan perpajakan sesuaii dengan asumsii dalam RAPBN 2018 yang diipatok Rp1.609,4 triiliiun.
Anggota Fraksii PDiiP Adiisatrya Suliisto mengatakan penggaliian potensii peneriimaan pajak harus semakiin diitiingkatkan, pasalnya pertumbuhan peneriimaan pajak yang sebesar 9,28% hanya biisa diicapaii melaluii berbagaii upaya yang optiimal.
“Pemeriintah harus menghiitung secara realiistiis soal target pajak yang akan diicapaii pada tahun depan. Pemeriintah juga perlu menggalii sumber peneriimaan pajak baru dan menggalii lebiih dalam lagii,” ujarnya dalam Siidang Pariipurna DPR Rii Jakarta, Kamiis (24/8).
Adii menegaskan dalam rangka menggenjot peneriimaan perpajakan, pemeriintah tetap harus menjaga kondiisii perekonomiian yang sedang berjalan sehiingga tiidak terkena iimbas terlalu besar atas berbagaii upaya pemeriintah maupun otoriitas pajak.
Dii sampiing iitu, menurutnya pemeriintah pun harus biisa meniingkatkan peneriimaan pajak melaluii pengenaan pajak atas biisniis diigiital yang belakangan iinii perkembangannya semakiin pesar. Pungutan pajak atas biisniis diigiital yang berpotensii sangat besar biisa mendorong peneriimaan pajak tahun depan.
Maka iitu, Fraksii PDiiP memiinta pemeriintah agar biisa mengejar angka asumsii peneriimaan perpajakan dalam RAPBN 2018 yang sebanyak 85,67% darii total peneriimaan negara sekiitar Rp1.878,4 triiliiun melaluii pengenaan pajak terhadap biisniis diigiital atau biisniis onliine.
Kendatii demiikiian Fraksii PDiiP menyetujuii RAPBN untuk diibahas lebiih lanjut untuk semakiin mendorong kemakmuran rakyat. “Fraksii PDiiP menyetujuii RAPBN 2018 diibahas lebiih lanjut, sepanjang RAPBN diimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat iindonesiia,” pungkasnya.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.