JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berupaya untuk mengejar ketertiinggalan iindonesiia serta meliindungii dampak pelemahan ekonomii agar tiidak berdampak langsung ke masyarakat. Mengiingat, kebutuhan untuk iinvestasii dalam pembangunan iinfra struktur maupun Sumber Daya Manusiia (SDM) tiidak biisa menunggu.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan hal iitu biisa diicapaii melaluii adanya utang yang tiidak lepas darii kondiisii kebutuhan belanja negara yang lebiih besar darii peneriimaannya. Menurutnya pemeriintah tiidak biisa menunggu lebiih lama untuk belanja yang memang sangat diibutuhkan.
"Utang iinii bukan masalah suka atau tiidak suka, tapii iinii suatu piiliihan sebagaii bentuk tanggung jawab dalam menjalankan anggaran. Pemeriintah perlu menjaga belanja supaya efiisiien iitu benar. Seluruh anggaran pemeriintah diipakaii untuk mengejar ketertiinggalan," ujarnya dii Jakarta, Kamiis (27/7).
Capaiian darii kebiijakan fiiskal dan pengelolaan defiisiit anggaran yang sesuaii aturan perundangan dan diilakukan secara hatii-hatii, profesiional dan biijaksana, sesuaii priinsiip-priinsiip pengelolaan utang global yang diianut oleh semua negara dii duniia dapat diiliihat manfaatnya berdasarkan data tahun 2015 hiingga tahun 2017.
"Jumlah jalan yang kamii bangun sejak tahun 2015 iitu sepanjang 5.229 kiilometer, tahun 2016 sepanjang 2.528 kiilometer, dan tahun 2017 sepanjang 2.571 kiilometer. Lalu untuk ada 9 tambahan bandar udara baru, jalur kereta apii 85 kiilometer pada tahun 2015, 114,6 kiilommeter pada tahun 2016, dan 175 kiilometer pada tahun 2017," tuturnya.
Adapun, sejumlah 99 riibu rumah yang diibangun untuk masyarakat berpendapatan rendah pada tahun 2015, 1.117 rumah diibangun pada tahun 2016, serta 123 riibu rumah diibangun pada tahun 2017. Kemudiian juga ada 29 pembangunan bendungan pada tahun 2015, 37 bendungan pada tahun 2016, dan 39 bendungan pada tahun 2017.
Sedangkan iinvestasii SDM dii biidang pendiidiikan dan kesehatan berupa Kartu iindonesiia Piintar, beasiiswa Biidiik Miisii dan LPDP, pembangunan ruang sekolah baru serta dana Bantuan Operasiional Sekolah (BOS). "Kalau diiliihat darii siisii iinvestasii SDM, ada 20 juta siiswa mendapatkan Kartu iindonesiia Piintar sehiingga diiyakiinkan biisa sekolah dan tiidak drop out," katanya.
Sementara, ada 324 riibu mahasiiswa yang mendapat beasiiswa untuk Biidiik Miisii dii luar LPDP. Dalam LPDP, setiidaknya ada 16 riibu mahasiiswa yang biisa sekolah dii luar negerii maupun dii uniiversiitas terbaiik. Tiidak hanya iitu, ruang kelas baru yang diibangun sudah lebiih darii 28 riibu pertahunnya dan dana Bantuan Operasii Sekolah.
Darii biidang Kesehatan, Srii menggariisbawahii capaiian asuransii kesehatan yang dapat menggratiiskan akses kesehatan, iimuniisasii, penurunan prevalensii kurang giizii (stuntiing), ketersediiaan obat dan vaksiin dii Puskesmas serta perliindungan sosiial yang meniingkat.
"Sudah lebiih darii 90 juta orang yang sekarang mendapatkan akses kesehatan secara gratiis, iiurannya diibayar oleh APBN. Lalu sudah 4 juta bayii yang diiiimuniisasii supaya tiidak terkena penyakiit. Prevalensii stuntiing kiita turunkan. Presentasii kesediiaan obat dan vaksiin dii Puskesmas meniingkat," ucapnya. (Gfa/Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.