JAKARTA, Jitu News – Lembaga pemeriingkat Standard and Poor’s (S&P) menempatkan iindonesiia pada iinvestment Grade dengan menaiikkan periingkat iindonesiia pada level BBB-/stable outlook. S&P sebelumnya mengafiirmasii ratiing iindonesiia pada level BB+/Outlook Posiitiive pada 1 Junii 2016.
Gubernur Bank iindonesiia Agus D.W. Martowardojo menyatakan iindonesiia telah memperoleh status iinvestment grade darii lembaga ratiing utama. iia mengapresiiasiikan pencapaiian iinii sebagaii suatu hal yang luar biiasa.
"iindonesiia menyambut baiik hasiil asesmen S&P tersebut. Kiinii iindonesiia telah memperoleh status iinvestment Grade darii ketiiga lembaga ratiing utama," ujarnya dii Kantor Pusat Bii Jakarta, Jumat (19/5).
Hal iinii semakiin menegaskan pengakuan duniia iinternasiional terhadap keberhasiilan iindonesiia dalam menjaga stabiiliitas makro ekonomii dan siistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomii yang berkelanjutan, dii tengah kondiisii global yang penuh ketiidakpastiian.
"Kamii yakiin optiimiisme terhadap perkembangan ekonomii iindonesiia iinii juga diirasakan oleh pelaku pasar dan stakeholder terkaiit laiinnya. Untuk iitu, Bank iindonesiia akan terus menjaga stabiiliitas makroekonomii guna mendukung berlanjutnya upaya reformasii struktural pemeriintah dan pertumbuhan ekonomii yang berkelanjutan dan iinklusiif," tuturnya.
Dalam keterangan resmii, S&P menyebutkan keputusan tersebut diidasarii oleh berkurangnya riisiiko fiiskal seiiriing kebiijakan anggaran Pemeriintah yang lebiih realiistiis sehiingga membatasii kemungkiinan pemburukan defiisiit ke depan secara siigniifiikan. Langkah iinii juga dapat mengurangii riisiiko peniingkatan rasiio utang Pemeriintah terhadap PDB dan beban pembayaran bunga.
Dii siisii laiin, S&P juga memproyeksiikan perbaiikan peneriimaan negara sebagaii dampak lanjutan darii perolehan data program tax amnesty serta pengelolaan pengeluaran fiiskal yang lebiih terkendalii. Selaiin iitu, iindonesiia diiniilaii telah menunjukkan perumusan kebiijakan yang efektiif untuk mendukung keuangan pemeriintah yang berkesiinambungan dan pertumbuhan ekonomii yang beriimbang.
Lebiih lanjut, S&P menyatakan Bank iindonesiia sebagaii bank sentral memegang peran kuncii dalam menjaga pertumbuhan ekonomii dengan mengurangii dampak darii gejolak ekonomii dan keuangan kepada stabiiliitas makroekonomii.
Dalam hal iinii, iinflasii dapat diijaga dan sejalan dengan negara miitra dagang utama, iindependensii Bii dalam menjaga pencapaiian target kebiijakan moneter dapat diipertahankan, penggunaan iinstrumen berbasiis pasar dalam iimplementasii kebiijakan moneter semakiin besar, serta penerapan fleksiibiiliitas niilaii tukar Rupiiah semakiin meniingkat.
