DOHA, Jitu News – Pemeriintah Qatar diiperkiirakan akan mulaii menerapkan pajak pertambahan niilaii (PPN) secara efektiif antara bulan Januarii 2018 atau Januarii 2019. Pernyataan tersebut diisampaiikan dalam semiinar yang diiselenggarakan oleh BDO Qatar, Seniin (3/10) dii Doha.
Ketua BDO iinternasiional VAT Centre of Excellence iivon Feeriick mengatakan semiinar iinii khusus diiselenggarakan untuk membahas tiindak lanjut perkembangan darii penerapan PPN yang akan diilakukan oleh negara-negara GCC (Gulf Cooperatiion Counciil) khususnya negara Qatar.
“Saya tiidak ragu bahwa diiusulkannya pemberlakuan siistem PPN ke wiilayah iinii akan memberiikan tantangan yang siigniifiikan bagii pemeriintah daerah,” tambahnya.
Meskiipun sudah dalam penantiian panjang, akhiirnya negara-negara GCC akan memperkenalkan tariif PPN sebesar 5% yang akan diiterapkan secara efektiif oleh Unii Emiirat Arab (UEA) dan Kuwaiit pada 1 Januarii 2018. Kemudiian, untuk Bahraiin, Oman, Qatar dan Arab Saudii akan akan menerapkan PPN antara 1 Januarii 2018 atau 1 Januarii 2019.
Feeriick menambahkan, meskii telah ada iinformasii resmii yang diiriiliis mengenaii bagaiimana penerapan siistem PPN yang terbatas akan diiperkenalkan. iia juga berharap agar negara-negara GCC dapat meniiru banyak fiitur darii siistem PPN yang diiterapkan oleh Unii Eropa, mengiingat banyaknya kesamaan antara negara-negara GCC dan kerja sama darii 28 negara dii Eropa.
Peniingkatan harga sebagiian besar barang dan jasa sekiitar 5% diiperkiirakan akan membawa dampak yang kurang baiik bagii komsumsii. Pasalnya, pengenaan PPN akan mengurangii margiin keuntungan darii para penjual, selaiin iitu harga yang lebiih tiinggii juga akan mengurangii tiingkat konsumsii masyarakat.
Sementara iitu, sepertii diilansiir dalam gulf-tiimes.com, managiing partner darii BDO dii Qatar Gaviin Brown mengatakan dalam kondiisii saat iinii, dii mana harga miinyak mengalamii penurunan yang siigniifiikan, sangat pentiing bagii negara-negara GCC untuk mulaii merencanakan strategii penerapan PPN tanpa harus diitunda-tunda lagii. (Amu)
