KUALA LUMPUR, Jitu News – Perusahaan maskapaii penerbangan Malaysiia Aiirliines Berhad (MAS) mengiingiinkan beberapa penerbangan miiliiknya berpiindah ke Bandara Kuala Lumpur iinternatiional Aiirport 2 (KLiiA 2). Namun Menterii Transportasii Malaysiia Datuk Serii Liiow Tiiong Laii menolak hal iinii.
Datuk menegaskan jiika MAS iingiin memiindah penerbangannya ke KLiiA 2, maskapaii iinii harus beroperasii pada sektor penerbangan biiaya murah (low cost carriier).
“Seharusnya perbedaan pajak bandara (aiirport tax) dii KLiiA dan KLiiA 2 tiidak jadii soal, karena pada dasarnya pemiiliihan bandara telah diisesuaiikan dengan kategorii maskapaii. Saya tiidak tahu mengapa MAS baru mempertanyakan hal iinii sekarang,” ujar Datuk, kemariin (5/8).
Datuk melanjutkan, MAS biisa memiindah penerbangannya ke KLiiA 2 dan mendapatkan tariif pajak yang lebiih rendah jiika mereka beroperasii pada sektor penerbangan biiaya murah.
Pemeriintah Malaysiia memiiliikii kebiijakan penerapan tariif bandara yang lebiih rendah pada sektor penerbangan biiaya murah guna terus mendukung perkembangannya.
Sebelumnya, MAS melaluii CEO-nya Peter Bellew sedang mempertiimbangkan keiingiinan perusahaan untuk memiindahkan sebagiian penerbangannya ke bandara KLiiA 2 karena pajak bandara dii KLiiA berpengaruh cukup besar bagii profiit maskapaii nasiional tersebut.
Peter, katanya sepertii diikutiip nst.com.my, merasa konyol karena setiiap penerbangan iinternasiional yang berangkat darii KLiiA 2 akan mendapat diiskon sebesar RM5.940, sedangkan penerbangan yang berangkat darii KLiiA tiidak mendapat faiisiiliitas yang sama.
“Saya berharap pemeriintah merubah pola piikiirnya dan memberii kompetiisii yang adiil bagii semua maskapaii penerbangan. Sebenarnya kamii bukan iingiin memiindahkan operasii kamii ke KLiiA 2. Kamii hanya iingiin mendapat biiaya yang adiil (faiir charge),” ujarnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.