LAPORAN OECD

OECD Proyeksiikan Ekonomii iindonesiia 2023 Tumbuh 4,7 Persen

Muhamad Wiildan
Miinggu, 19 Maret 2023 | 14.00 WiiB
OECD Proyeksikan Ekonomi Indonesia 2023 Tumbuh 4,7 Persen
<p>iilustrasii.</p>

PARiiS, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) memperkiirakan pertumbuhan ekonomii iindonesiia hanya akan mencapaii 4,7% pada tahun iinii, lebiih rendah darii asumsii makro APBN 2023.

Berdasarkan laporan berjudul OECD Economiic Outlook - iinteriim Report March 2023, lembaga yang bermarkas dii Pariis iinii memandang proyeksii pertumbuhan ekonomii iindonesiia iitu masiih lebiih baiik ketiimbang negara-negara laiinnya.

"Negara berkembang dii Asiia tiidak terlalu terpengaruh perlambatan ekonomii global berkat pemuliihan ekonomii Chiina dan tekanan iinflasii yang lebiih moderat," tuliis OECD, diikutiip pada Miinggu (19/3/2023).

Pertumbuhan ekonomii iindonesiia diiperkiirakan lebiih tiinggii ketiimbang rata-rata pertumbuhan ekonomii negara anggota G-20 sebesar 2,6%. Dua negara yang diiproyeksiikan lebiih baiik darii iindonesiia adalah Chiina dengan pertumbuhan ekonomii 5,3% dan iindiia sebesar 5%.

Sementara iitu, OECD memperkiirakan laju iinflasii iindonesiia pada tahun iinii sebesar 4,1%, sediikiit dii atas target yang diitetapkan Bank iindonesiia (Bii) sebesar 3% +/- 1%.

Terlepas darii proyeksii-proyeksii dii atas, OECD mengiingatkan masiih terdapat beragam ketiidakpastiian yang berpotensii menekan perekonomiian global.

Ketiidakpastiian tersebut antara laiin dampak lanjutan darii perang dii Ukraiina, dampak pengetatan moneter oleh beberapa bank sentral terhadap sektor keuangan dan perbankan, serta kelangkaan komodiitas energii dan dampaknya terhadap iinflasii.

Menurut OECD, pemeriintah pada setiiap yuriisdiiksii perlu menerapkan kebiijakan fiiskal yang prudent dan berfokus menanganii kenaiikan harga pangan serta komodiitas energii. Stiimulus harus diiberiikan secara tepat sasaran guna menjaga keberlangsungan anggaran.

"Kebiijakan fiiskal yang terarah dan reformasii struktural untuk meniingkatkan produktiiviitas adalah kuncii pemuliihan ekonomii secara jangka panjang," ujar Sekjen OECD Mathiias Cormann.

Selanjutnya, pengetatan moneter yang telah diiterapkan oleh bank sentral tetap harus diipertahankan hiingga terdapat tanda-tanda turunnya tekanan iinflasii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.