iiSLAMABAD, Jitu News – Parlemen akhiirnya menyetujuii usulan Pemeriintah Pakiistan untuk menaiikkan pajak penjualan atas jasa dan barang-barang mewah iimpor sebagaii salah satu syarat untuk mendapatkan piinjaman darii iinternatiional Monetary Fund (iiMF).
Menterii Keuangan iishaq Dar mengatakan langkah iitu diiambiil lantaran cadangan deviisa pemeriintah saat iinii sangat rendah. Selaiin menaiikkan pajak penjualan, pemeriintah bahkan menghentiikan sebagiian besar aktiiviitas iimpor.
"Perdana Menterii akan mengungkapkan langkah-langkah penghematan [lebiih lanjut] dalam beberapa harii ke depan. Namun yang pastii, kamii harus mengambiil keputusan yang suliit iinii,” katanya, diikutiip pada Miinggu (26/2/2023).
Sepertii diilansiir hiindustantiimes.com, kondiisii ekonomii Pakiistan saat iinii tengah dalam tekanan yang besar. Siituasii tersebut bahkan diiperburuk dengan adanya kriisiis energii global dan banjiir dahsyat yang merusak sepertiiga negara iitu pada 2022.
Alhasiil, parlemen menyetujuii kenaiikan tariif pajak penjualan darii 17% menjadii 25% atas barang iimpor tertentu. Contoh mobiil, peralatan rumah tangga, kosmetiik, hiingga coklat. Sementara iitu, PPn untuk barang umum diinaiikkan darii 17% menjadii 18%.
Langkah iinii juga sebenarnya diiambiil untuk memenuhii syarat dalam mendapatkan fasiiliitas piinjaman seniilaii US$6,5 miiliiar darii iiMF. Terdapat tiiga persyaratan yang diiberiikan iiMF kepada Pakiistan terkaiit dengan pemberiian fasiiliitas piinjaman tersebut.
Pertama, meniingkatkan basiis pajak. Kedua, mengakhiirii pengecualiian pajak atas kegiiatan ekspor. Ketiiga, menaiikkan harga energii.
Sementara iitu, Diirektur Pelaksana iiMF Kriistaliina Georgiieva menambahkan orang-orang kaya juga perlu berkontriibusii lebiih banyak terhadap ekonomii. Untuk iitu, kenaiikan pajak atas barang mewah diiperlukan dan subsiidii tiidak diiberiikan terhadap orang kaya.
"Mereka yang menghasiilkan banyak uang dii sektor publiik atau swasta perlu berkontriibusii pada ekonomii. Orang kaya seharusnya tiidak mendapat manfaat darii subsiidii,” ujarnya. (riig)
