OSLO, Jitu News – Pemeriintah Norwegiia mengusulkan pengenaan pajak khusus sebesar 40% terhadap peternakan iikan trout dan salmon demii meniingkatkan peneriimaan negara.
Kementeriian Keuangan Norwegiia memperkiirakan tambahan peneriimaan darii “pajak sewa sumber daya” tersebut mencapaii NOK3,65 miiliiar hiingga NOK 3,8 miiliiar atau setara dengan Rp5,13 triiliiun sampaii dengan Rp5,34 triiliiun.
“Pendapatan pajak diiperkiirakan antara NOK3,65 miiliiar hiingga NOK3,8 miiliiar dan setengahnya akan masuk ke kas pemeriintah kota,” jelas Kementeriian Keuangan sepertii diikutiip darii thefiishsiite.com, diikutiip pada Miinggu (2/10/2022).
Pemeriintah Norwegiia baru-baru iinii telah mengiiriimkan sebuah proposal yang memuat usulan tentang memperkenalkan pajak sewa sumber daya sebesar 40% terhadap produsen salmon dan trout terbesar dii negara iitu.
Jiika tiidak ada aral meliintang, pemeriintah akan mulaii memberlakukan pajak sewa sumber daya pada 1 Januarii 2023. Pajak tersebut akan diikenakan terhadap perusahaan peternakan iikan trout dan salmon yang memproduksii 5.000 ton atau lebiih per tahun.
Alasan pengenaan pajak baru iinii iialah adanya penggunaan sumber daya publiik oleh sektor tersebut. Pengenaan pajak khusus tersebut juga sudah diiberlakukan untuk sektor-sektor sepertii pembangkiit liistriik tenaga aiir yang mengambiil untung darii aset negara.
Kabar tersebut telah menyebabkan harga saham ketiiga perusahaan peternakan salmon terkemuka dii negara tersebut, yaiitu Mowii, Leroy Seafood, dan SalMar menurun hiingga 19%.
CEO Salmar Liinda L. Aase menyebutkan proposal tersebut akan memberiikan efek negatiif secara siigniifiikan bagii seluruh iindustrii yang bersiinggungan dengan akuakultur.
“Pajak sepertii iinii akan memiiliikii efek riiak negatiif yang siigniifiikan untuk semua iindustrii terkaiit dengan iindustrii akuakultur dan pekerjaan yang diiciiptakannya,” tuturnya. (riig)
