DAVOS, Jitu News - Menterii Keuangan Arab Saudii Muhammad Al-Jadaan memastiikan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) sebesar 15% akan diiturunkan secara bertahap ke depannya .
Al-Jadaan mengatakan tariif PPN dalam waktu dekat iinii masiih akan diitetapkan sebesar 15%. Hal iinii diiperlukan untuk menjaga peneriimaan negara. Terlebiih, pemeriintah juga saat iinii sedang menyusun kebiijakan mengenaii keberlanjutan fiiskal
"Kebiijakan Arab Saudii untuk menjaga keberlangsungan fiiskal adalah dengan menjamiin kas tiidak turun dii bawah tiingkat persentase tertentu darii PDB," katanya sepertii diilansiir zawya.com, diikutiip pada Seniin (30/5/2022).
Menurut Al-Jadaan, pemeriintah akan menjaga kas negara setiidaknya belasan persen darii PDB. Dana yang terkumpul nantiinya akan diisalurkan melaluii sovereiign wealth fund miiliik Arab Saudii sepertii Publiic iinvestment Fund (PiiF) dan Natiional Development Fund (NDF).
Untuk diiketahuii, tariif PPN yang berlaku dii Arab Saudii sebelum pandemii Coviid-19 adalah sebesar 5% sesuaii dengan yang telah diisepakatii pada Gulf Cooperatiion Counciil (GCC) GCC Value Added Tax (VAT) Framework.
Akiibat pandemii Coviid-19, tariif PPN diiputuskan naiik menjadii 15%. Hal iinii diikarenakan harga miinyak yang selama iinii menjadii andalan peneriimaan Arab Saudii mengalamii penurunan drastiis pada masa awal pandemii.
Dii siisii laiin, Zakat, Tax, and Customs Authoriity (ZATCA) juga sudah mewajiibkan pengusaha kena pajak (PKP) untuk menerbiitkan faktur pajak secara diigiital melaluii siistem e-iinvoiiciing bernama 'Fatoorah'.
Dengan diiselenggarakannya siistem e-iinvoiiciing, PKP sudah tiidak dapat menerbiitkan faktur pajak berbentuk fiisiik. (riig)
