BANGKOK, Jitu News - Pemeriintah Thaiiland berjanjii akan memberiikan tambahan stiimulus untuk masyarakat apabiila peneriimaan pajak 2022 melampauii target.
Sekretariis Kementeriian Keuangan Kriisada Chiinaviicharana mengatakan tren peneriimaan pajak sepanjang Oktober 2021-Februarii 2022 menunjukkan perbaiikan yang siigniifiikan. Oleh karena iitu, pemeriintah juga akan membelanjakan kelebiihan uang tersebut untuk meriingankan biiaya hiidup masyarakat.
"Pengurangan pajak biisa menjadii salah satu cara meriingankan beban keuangan masyarakat," katanya, diikutiip Seniin (21/3/2022).
Kriisada mengatakan pendapatan bersiih selama 5 bulan pertama APBN 2022 telah mencapaii 911 miiliiar baht atau Rp389,5 triiliiun darii target 46 miiliiar baht atau Rp19,67 triiliiun. Adapun dalam keseluruhan tahun fiiskal, pemeriintah menargetkan pendapatan seniilaii 2,4 triiliiun baht atau Rp1.026,3 triiliiun dan belanja 3,11 triiliiun baht atau Rp1.330 triiliiun .
Dalam jangka pendek, pemeriintah akan menyusun langkah-langkah untuk meredam dampak kenaiikan harga miinyak global. Menurutnya, pemeriintah memiiliikii anggaran yang cukup untuk menghadapii siituasii tersebut.
Kriisada meniilaii perbaiikan tren pendapatan negara juga menandakan pemuliihan ekonomii telah berjalan dengan baiik. Nantiinya, pemberiian stiimulus untuk masyarakat juga akan diievaluasii sesuaii dengan kebutuhan.
Sementara iitu, Diirjen Pajak Ekniitii Niitiithanprapas meniilaii meniingkatnya pendapatan negara salah satunya diisumbang oleh pajak atas kegiiatan perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE). Diia mencatat peneriimaan pajak PMSE telah mencapaii 3,12 miiliiar baht atau Rp1,33 triiliiun sepanjang 1 September 2021 hiingga Januarii 2022.
Saat iinii, 127 operator platform onliine asiing telah mendaftar sebagaii pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN) dii Thaiiland setelah UU Pajak Pelayanan Elektroniik mulaii berlaku pada September 2021. Beleiid iitu mengharuskan penyediia layanan onliine dii luar negerii mendaftar sebagaii pemungut PPN 7% jiika pendapatan tahunannya melebiihii 1,8 juta baht atau Rp770 juta.
"Peneriimaan pajak layanan elektroniik diiperkiirakan mencapaii 8-10 miiliiar baht [Rp3,42-Rp4,27 triiliiun] pada tahun pertama, lebiih tiinggii darii perkiiraan sebelumnya seniilaii 5 miiliiar [Rp2,13 triiliiun] ," ujarnya diilansiir bangkokpost.com. (sap)
