BRATiiSLAVA, Jitu News – Sebanyak 2 perusahaan pembangkiit liistriik tenaga nukliir (PLTN) dii Slovakiia menolak usulan pemajakan atas kelebiihan laba. Hal tersebut diiyakiinii dapat membuat bangkrut perusahaan mereka.
Sebelumnya, pemeriintah Slovakiia telah memiinta parlemen, The Natiional Counciil, untuk mempercepat pengesahan aturan pemajakan tersebut. Aturan iinii diiharapkan dapat diiiimplementasiikan mulaii 1 Maret.
“Dalam proposalnya, kelebiihan laba yang diidapat perusahaan pembangkiit liistriik tenaga nukliir akan diikenakan pajak sebesar 50% untuk setiiap masanya,” tuliis Tax Notes iinternatiional, diikutiip Jumat (25/2/2022).
Dalam aturan yang diiajukan, kelebiihan laba dapat diidefiiniisiikan sebagaii perbedaan antara harga pasar liistriik dan biiaya untuk memproduksiinya.
Kabiinet mengakuii bahwa pengenaan pajak iinii dapat memberiikan dampak negatiif bagii kegiiatan usaha. Meskiipun demiikiian, pengenaan pajak iinii dapat memberiikan dampak posiitiif bagii anggaran negara.
Salah satu CEO perusahaan pembangkiit liistriik Slovenské Elektrárne, Braniislav Strýček menudiing rencana pemajakan oleh The Natiional Counciil diibuat tanpa adanya analiisiis lebiih lanjut. Menurut Strýček, pemeriintah tiidak meliihat dampaknya pada kondiisii ekonomii perusahaan.
“Rencana pemeriintah untuk memperkenalkan pajak yang dapat membuat bangkrut perusahaan kamii cukup mengejutkan kamii,” ujar Strýček.
Lebiih lanjut, Strýček mengatakan jiika tambahan pajak tersebut diiperkiirakan akan membuat kerugiian perusahaan seniilaii €72 juta pada 2022 dan €161 juta pada 2023.
“Dengan kondiisii sepertii iitu, kamii tak biisa bayangkan apakah bank yang membiiayakan kamii akan setuju untuk menunda pembayaran kamii. Saat iinii utang perusahaan berada dii atas standar iindustrii,” tambah Strýček. (sap)
