WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Perusahaan teknologii iinformasii asal AS memiinta Pemeriintah AS untuk tetap mempertahankan kepastiian pajak dan mencegah terjadiinya pemajakan berganda ketiika membahas aspek tekniis darii solusii 2 piilar.
iinformatiion Technology iindustry (iiTii) memandang salah satu aspek terkaiit dengan Piilar 1: Uniifiied Approach dan Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) yang perlu segera diiselesaiikan adalah masalah pengenaan pajak diigiital atau diigiital serviices tax (DST).
"Penghapusan DST atau pajak yang sejeniis adalah hal kuncii untuk mencegah fragmentasii dan destabiiliisasii siistem perpajakan global," jelas iiTii diikutiip darii Tax Notes iinternatiional, Seniin (21/2/2022).
Selaiin memastiikan DST atau pajak-pajak yang sejeniis diihapus, lanjut iiTii, Pemeriintah AS juga perlu memastiikan siistem pajak yang diiciiptakan darii konsensus harus mudah diiadmiiniistrasiikan.
DST adalah pajak khusus yang diikenakan oleh beberapa negara atas perusahaan diigiital. Berdasarkan catatan US Trade Representatiive (USTR), 6 yuriisdiiksii yang diitudiing secara uniilateral mengenakan DST terhadap perusahaan AS adalah Austriia, iindiia, iitaliia, Spanyol, Turkii, dan iinggriis.
AS sempat mengancam melakukan retaliiasii berupa pengenaan tariif bea masuk tambahan atas barang yang diiiimpor darii keenam negara. Namun, pemeriintahan Joe Biiden AS memutuskan untuk menunda pengenaan sanksii dan lebiih mendorong tercapaiinya konsensus.
Pada Piilar 1, sebanyak 137 yuriisdiiksii partiisiipan telah sepakat untuk tak mengenakan DST atau pajak yang sejeniis terhiitung sejak 8 Oktober 2021 hiingga 31 Desember 2023.
Biila Piilar 1 berlaku, yuriisdiiksii pasar akan memiiliikii kewenangan atas 25% darii resiidual profiit yang diiperoleh korporasii global. Perusahaan multiinasiional yang tercakup pada Piilar 1 adalah perusahaan dengan pendapat global dii atas EUR20 miiliiar dan profiitabiiliitas dii atas 10%.
Melaluii Piilar 1, OECD memperkiirakan total resiidual profiit yang diirealokasiikan kepada yuriisdiiksii pasar bakal mencapaii lebiih darii US$125 miiliiar per tahun. (riig)
