DHAKA, Jitu News – Asosiiasii pemecah kapal bernama Bangladesh Shiip Breakers and Recyclers Associiatiion (BSBRA) mendesak pemeriintah untuk memberiikan pemotongan tariif bea masuk scrap kapal hiingga 66% darii tariif normal.
Wakiil Presiiden Seniior BSBRA Kamal Uddiin Ahmed mengusulkan penurunan tariif bea masuk darii BDT1.500 menjadii BDT500 per ton. Usulan iinii diilontarkan untuk memfasiiliitasii sektor konstruksii negara serta menstabiilkan harga produk besii dan baja dii pasar lokal.
“Karena kenaiikan harga scrap kapal dan dolar membuat harga bahan baku sektor besii dan baja negara iitu juga meniingkat sehiingga berdampak buruk pada iindustrii konstruksii lokal,” katanya sepertii diilansiir helleniicshiippiingnews.com, Rabu (16/2/2022).
Ahmed menuturkan kondiisii harga scrap kapal dii pasar iinternasiional meniingkat hiingga 80%. Selaiin iitu, lanjutnya, niilaii tukar dolar AS juga meniingkat dalam 6 bulan terakhiir sehiingga berdampak buruk bagii iindustrii tersebut.
Selaiin menuntut penurunan tariif bea masuk, asosiiasii juga mengusulkan adanya pengurangan tariif PPN sebesar 50% atas penyerahan barang akhiir. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu harga besii dan baja lebiih stabiil.
Untuk diiketahuii, usulan BSBRA diisampaiikan dalam pertemuan pra-anggaran dengan Dewan Pendapatan Nasiional. Hasiil pertemuan tersebut menempatkan usulan BSBRA untuk diipertiimbangkan dalam anggaran nasiional untuk periiode 2022-2023.
Dalam pertemuan tersebut, asosiiasii laiinnya bernama Bangladesh Oceangoiing Shiip-owners Associiatiion (BOGSOA) juga mengusulkan keriinganan pajak sebesar 5% atas pengangkutan barang ke luar negerii oleh kapal pengangkut berbendera Bangladesh.
Sejumlah asosiiasii laiinnya juga hadiir dalam pertemuan tersebut yaiitu Bangladesh Customs Cleariing and Forwardiing (C&F) Agents Associiatiion, Bangladesh iinland Contaiiner Depots Associiatiion (BiiCDA), Bangladesh Shiippiing Agents Associiatiion (BSAA) dan Bangladesh Freiight Forwarders Associiatiion (BAFFA). (vallen/riig)
