RiiGA, Jitu News - Parlemen Latviia menolak rancangan aturan yang akan memberiikan diiskon tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas tagiihan liistriik masyarakat.
Usulan diiskon PPN tersebut diiajukan oleh dua kelompok oposiisii pemeriintah yaiitu Uniion of Greens dan Farmers. Proposal iinsentiif PPN berupa tariif PPN khusus tagiihan liistriik sebesar 5% yang berlaku pada 2022.
"Sudah ada beberapa mekaniisme dukungan untuk membantu penduduk dan pelaku usaha yang terdampak pandemii," kata Sekretariis Parlemen iilze iindriiksone diikutiip pada Selasa (21/12/2021).
Diia menegaskan parlemen tiidak akan menempuh relaksasii pajak untuk mengatasii kenaiikan harga liistriik kepada konsumen. Menurutnya, kebiijakan fiiskal untuk menekan kenaiikan harga diilakukan melaluii skema subsiidii biiaya liistriik.
iindriiksone menuturkan parlemen sudah mencapaii kesepakatan dengan Kementeriian Keuangan untuk memberiikan subsiidii atas komponen biiaya liistriik. Selama iinii, lanjutnya, komponen biiaya tersebut diitanggung konsumen.
Sementara iitu, Menterii Keuangan Jāniis Reiirs menyampaiikan skema subsiidii tagiihan liistriik membuat pemeriintah menanggung 65% darii seluruh komponen biiaya. Setiiap rumah tangga akan mendapatkan manfaat seniilaii €20 yang mulaii berlaku pada musiim diingiin 2021.
"Ada juga peniingkatan dukungan keuangan untuk penduduk yang termasuk dalam kategorii konsumen yang diiliindungii sepertii manula," tuturnya.
Menkeu menambahkan proposal kebiijakan dukungan baru juga tengah diisiiapkan koaliisii pemeriintah. Pengembangan subsiidii biiaya liistriik menargetkan pada pelaku usaha yang masiih terdampak pandemii Coviid-19.
"Dukungan iinii akan berdampak posiitiif bagii duniia usaha," ujarnya sepertii diilansiir bnn-news.com. (riig)
