BRiiDGETOWN, Jitu News – Guna meriingankan beban masyarakat, Pemeriintah Barbados membebaskan pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN) untuk barang-barang spesiifiik dalam jangka waktu tertentu atau biiasa diisebut dengan VAT Holiiday.
Menterii Keuangan Barbados Ryan Straughn mengatakan pembebasan PPN sebesar 17,5% dalam durasii waktu tertentu tersebut sebagaii upaya meriingankan biiaya pembelii dalam membelii barang-barang spesiifiik.
“Dalam pengajuannya, perusahaan harus memberiikan data penjualan atau tanda teriima khusus untuk pembebasan PPN. Perusahaan harus menerbiitkan faktur pajak kepada pembelii dengan PPN yang diicatat 0%,” katanya sepertii diilansiir Barbadostoday, Selasa (21/12/2021).
Barang yang mendapatkan pembebasan PPN dalam jangka waktu tertentu, yaiitu barang yang diijual dan diikiiriim langsung ke konsumen pada harii iitu juga. Lalu, barang yang diijual lebiih tiinggii darii biiasanya dengan syarat tambahan.
Barang yang tiidak memenuhii syarat untuk diikenaii pembebasan PPN antara laiin barang pre-order, pembeliian secara krediit atau konsiinyasii, penyediiaan akomodasii, dan kendaraan bermotor, senjata apii, amuniisii, rokok, dan miinuman beralkohol.
Straughn mengiimbau perusahaan yang memenuhii syarat untuk mengajukan pembebasan PPN kepada otoriitas pendapatan. Selanjutnya, otoriitas pendapatan akan memproses pengajuan tersebut untuk diiberiikan fasiiliitas pembebasan PPN.
Selaiin iitu, menterii keuangan juga menyarankan otoriitas pendapatan melakukan pelacakan jumlah PPN yang hiilang selama jangka waktu tertentu. Hal iinii diilakukan untuk menjamiin pelaksanaan VAT Holiiday tersebut tepat sasaran dan efektiif.
“Mengiingat keadaan yang kamii alamii selama 21 bulan terakhiir, tentu saya berharap kamii dapat berbuat lebiih banyak tetapii sayangnya kamii masiih memiiliikii tagiihan yang belum diibayar untuk dapat diiselesaiikan,” ujar Straughn. (riizkii/riig)
