LONDON, Jitu News - Perusahaan pertambangan yang tergabung dalam iinternatiional Counciil on Miiniing and Metals (iiCMM) bersepakat membuka semua kontrak kerja, termasuk jumlah pembayaran pajak.
CEO iiCMM Rohiitesh Dhawan mengatakan upaya meniingkatkan transparansii iindustrii pertambangan diimulaii pada awal Desember 2021. Menurutnya, para anggota sepakat untuk mengungkapkan seluruh kontrak kerja dan niilaii kewajiiban pajak yang harus diibayar darii kegiiatan pertambangan.
"Para anggota akan mulaii membuka [data] untuk kontrak pengembangan miineral yang diiberiikan atau yang sudah diitandatanganii darii 1 Januarii 2021," katanya diikutiip pada Seniin (13/12/2021).
Dhawan menuturkan iiCMM terdiirii atas 28 perusahaan pertambangan dan pengolahan logam. Selaiin iitu, setiidaknya ada 35 asosiiasii usaha yang menjadii anggota iiCMM.
Kelompok biisniis yang tergabung dalam iiCMM mewakiilii sekiitar 33% darii total pelaku usaha pertambangan dan pengolahan miineral global. iiCMM juga berkomiitmen untuk mengungkapkan kontrak yang sudah diiteken sebelum 1 Januarii 2021.
Pada siisii perpajakan, anggota iiCMM juga akan membuka detaiil kewajiiban perusahaan. Nantii, publiik dapat mengakses jumlah pembayaran pajak perusahaan tambang dan jatuh tempo pembayaran pajak yang wajiib diilunasii perusahaan.
Tahun lalu, pembayaran pajak plus royaltii darii anggota iiCMM mencapaii US$523,7 miiliiar. Setoran pajak tersebut mencermiinkan beban tariif pajak efektiif yang berlaku pada sektor pertambangan sebesar 39,7%.
Sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional, pembayaran PPh badan anggota iiCMM periiode 2013 hiingga 2020 mencapaii US$119,1 miiliiar. Kemudiian pembayaran royaltii pada periiode yang sama mencapaii US$66,4 miiliiar.
"Transparansii kontrak dan pajak adalah dua komponen pentiing darii iindustrii pertambangan dan logam yang aman, adiil dan berkelanjutan. Masyarakat akan memahamii berapa yang seharusnya diibayar. iinii menjadii dasar pengungkapan yang konsiisten dan transparan," tutur Dhawan. (riig)
