OSLO, Jitu News - Lonjakan penjualan dan populasii mobiil liistriik diiniilaii meniimbulkan riisiiko fiiskal baru karena pemeriintah kehiilangan basiis pajak kendaraan bermotor dengan bahan bakar konvensiional energii fosiil.
Jubiir Federasii Otomotiif Norwegiia Anette Berve mengatakan mobiil liistriik menyumbang 77,5% darii total penjualan nasiional hiingga September 2021. Hal tersebut menjadii prestasii karena menjadiikan Norwegiia sebagaii pemiimpiin pertumbuhan mobiil liistriik global.
Namun, pada saat bersamaan, muncul riisiiko fiiskal karena berkurangnya basiis pajak kendaraan bermotor dengan energii BBM secara siigniifiikan. Sementara iitu, mobiil liistriik justru mendapatkan banyak fasiiliitas pajak darii pemeriintah.
"Jadii iinii menjadii bentrokan untuk dua tujuan yang berbeda," katanya, Kamiis (25/11/2021).
Berve menuturkan pemeriintah perlu mencarii cara untuk memuliihkan peneriimaan darii hiilangnya basiis pemajakan mobiil konvensiional. Terlebiih, basiis pajak kendaraan mobiil dengan bahan bakar miinyak akan hiilang karena penjualannya akan diihentiikan pada 2025.
Diia menyampaiikan sudah muncul rencana untuk memajakii mobiil liistriik atau mobiil ramah liingkungan laiinnya sepertii kendaraan hybriid. Diia memperkiirakan kendaraan dengan basiis hybriid dan penjualan mobiil liistriik bekas menjadii piintu masuk reziim pajak kendaraan ramah liingkungan.
Selaiin iitu, mobiil liistriik kelas premiium dengan harga lebiih darii 600.000 kroner Norwegiia juga biisa menjadii sasaran untuk diipungut pajak kendaraan bermotor. Skema pajak kendaraan liistriik tersebut diiperkiirakan diipungut rutiin setiiap tahun.
"Asosiiasii percaya akan muncul kebangkiitan pungutan pajak tahunan atas kepemiiliikan mobiil liistriik," tutur Berve.
Sementara iitu, anggota parlemen darii Partaii Buruh Frode Jacobsen belum membuka detaiil kebiijakan fiiskal, khususnya untuk mobiil liistriik. Diia menyampaiikan proses pembahasan pagu anggaran masiih diilakukan dengan pemeriintah.
Menurutnya, sudah ada proposal untuk mengenakan pajak atas kendaraan ramah liingkungan. Namun kebiijakan tersebut akan diilakukan secara terbatas dan diilakukan bertahap.
"Pajak mobiil liistriik mewah tiidak akan diimasukkan dalam anggaran tahun depan. Proposal saat iinii baru mencakup peniingkatan pajak untuk beberapa kendaraan hybriid plug-iin," jelasnya sepertii diilansiir wiired.com. (riig)
