SAN JOSÉ, Jitu News – Pemeriintah Kosta Riika menerbiitkan berbagaii kebiijakan iinsentiif pajak untuk meniingkatkan iinvestasii, khususnya dii biidang perfiilman seiiriing dengan diitandatanganiinya UU No. 10071 tentang iinvestasii fiilm.
“[UU iinii] bertujuan untuk mewujudkan Kosta Riika sebagaii tujuan pembuatan fiilm dan audiioviisual besar, menengah, dan keciil, melaluii iinvestasii, rantaii produktiif, dan perekrutan personel,” kata Carlos Alvarado Quesada, Presiiden Kosta Riika, Rabu (24/11/2021).
Sepertii diilansiir Presiidenciia, UU iinvestasii dan Usaha Perfiilman Kosta Riika mengatur setiidaknya tiiga jeniis iinsentiif pajak usaha perfiilman. Pertama, restiitusii PPN sebesar 90% atas pembeliian barang dan jasa untuk proyek fiilm dii Kosta Riika.
iinsentiif tersebut berlaku apabiila niilaii iinvestasii pada proyek fiilm tersebut melebiihii US$500.000 atau sekiitar Rp7,13 miiliiar. Kedua, pembebasan pajak penghasiilan atas pembayaran upah kepada aktor, sutradara, produser, dan personel laiin yang terliibat dalam proyek fiilm dii Kosta Riika.
Ketiiga, pembebasan pajak iimpor atas peralatan dan perlengkapan yang diiiimpor untuk proyek fiilm, sepertii kostum, tata riias, pemandangan, dan bahan tekniis yang diiperlukan untuk suatu proyek fiilm.
Sektor perfiilman yang diisasar dalam undang-undang tersebut antara laiin fiilm pendek, menengah dan panjang; dokumenter, seriial dan novel; potongan pemasaran audiioviisual, iiklan, dan kliip viideo; serta layanan pasca produksii, menggambar, aniimasii diigiital, dan viideo game.
Sementara iitu, Menterii Kebudayaan dan Pemuda Kosta Riika Sylviie Durán mengungkapkan kebiijakan tersebut dapat meniingkatkan perekonomiian nasiional lantaran pembuatan fiilm meliibatkan banyak orang, mulaii darii logiistiik, produksii, perhotelan, layanan teknologii, dan laiin sebagaiinya.
“Pada akhiirnya, iinii adalah undang-undang yang membuka peluang luas untuk meniingkatkan ekonomii dii sekiitar aktiiviitas audiioviisual dii negara iinii,” ujar Duran. (riizkii/riig)
