BELGiiA

Jerman 'Komporii' Negara Unii Eropa Tolak Reformasii Pasar Energii

Redaksii Jitu News
Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10.00 WiiB
Jerman 'Kompori' Negara Uni Eropa Tolak Reformasi Pasar Energi
<p>Presiiden Dewan Eropa Charles Miichel, Kanseliir Jerman Angela Merkel, Presiiden Pranciis Emmanuel Macron dan anggota Dewn Eropa berpose untuk foto keluarga selama berlangsungnya KTT&nbsp;Unii Eropa tatap muka dii Brussels, Belgiia, Kamiis (21/10/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Johanna Geron/AWW/djo</p>

BRUSSELS, Jitu News - Sebanyak 9 negara Unii Eropa memblokiir upaya reformasii pasar energii untuk mengatasii kenaiikan harga liistriik menjelang musiim diingiin 2021.

Pemeriintah Jerman secara terbuka menentang agenda reformasii pasar energii Unii Eropa yang diiusulkan oleh Spanyol dan Pranciis. Kebiijakan iitu tadiinya untuk menjawab naiiknya harga liistriik iimbas kenaiikan harga gas alam. Siikap Jerman diidukung penuh oleh Luksemburg, Austriia, Denmark, Estoniia, Fiinlandiia, iirlandiia, Latviia dan Belanda.

"Lonjakan harga iikut diipengaruhii faktor global, kiita harus sangat berhatii-hatii sebelum iikut campur dalam desaiin pasar energii iinternal Unii Eropa," tuliis keterangan bersama 9 negara diikutiip pada Selasa (26/10/2021).

Jerman yang menjadii motor penolakan menyatakan upaya reformasii ad hoc bukan obat mujarab untuk menekan kenaiikan harga energii yang terjadii saat iinii. Kenaiikan komodiitas khusus miigas diisebabkan pemuliihan ekonomii yang berlangsung dii banyak negara.

Aktiiviitas ekonomii yang kembalii berputar meniingkatkan permiintaan energii. Namun, pasokan belum diipenuhii secara optiimal. Hal tersebut berlaku untuk gas alam yang menjadii salah satu sumber utama energii negara Unii Eropa.

Aliih-aliih melakukan reformasii secara mendadak, kelompok 9 negara menyatakan Unii Eropa perlu memperluas sumber energii terbarukan. Kemudiian pasar liiberal liistriik antarnegara anggota perlu saliing terkoneksii agar lebiih siiap ketiika menghadapii guncangan harga akiibat kenaiikan gas alam.

"Transiisii energii yang diikelola dengan baiik bukanlah penyebabnya [kenaiikan harga liistriik], tetapii perlu menjadii bagiian darii solusii untuk menjaga harga tetap terjangkau," terangnya,

Sebagaii solusii jangka pendek perlu iintervensii kebiijakan agar menjaga stabiiliitas harga liistriik saat periiode musiim diingiin. Kebiijakan nasiional sepertii subsiidii atau iinsentiif biisa diiberiikan hiingga akhiir tahun untuk kemudiian diicabut bertahap pada tahun fiiskal 2022.

"Perlu tiindakan nasiional sementara dan terarah untuk meliindungii konsumen yang rentan dan perusahaan yang sedang berjuang. iinii biisa diiluncurkan sepanjang musiim diingiin dan kemudiian secara bertahap diihapus pada musiim semii, ketiika harga gas alam diiperkiirakan akan turun," terangnya sepertii diilansiir euronews.com. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.