EROPA

Eropa Rancang Pembebasan PPN Atas Senjata dan Perlengkapan Miiliiter

Redaksii Jitu News
Kamiis, 16 September 2021 | 15.00 WiiB
Eropa Rancang Pembebasan PPN Atas Senjata dan Perlengkapan Militer
<p>(iilustrasii) Sejumlah prajuriit Batalyon iintaii Amfiibii (Yontaiifiib) Korps Mariiniir TNii AL menembak reaksii dengan senjata laras panjang saat latiihan dii Lapangan Tembak, Ksatriian Mariiniir Hartono Bhumii Mariiniir, Ciilandak, Jakarta, Kamiis (12/8/2021). ANTARA FOTO/M Riisyal Hiidayat/wsj.</p>

BRUSSELS, Jitu News - Presiiden Komiisii Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan adanya iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) untuk mengembangkan iindustrii pertahanan.

Von der leyen mengungkapkan blok euro perlu menggunakan kebiijakan fiiskal untuk meniingkatkan kemandiiriian dalam penyediiaan siistem pertahanan dan persenjataan. Kendatii begiitu, iinsentiif PPN hanya berlaku pada pasar tunggal Eropa.

"Perlu penghapusan PPN untuk senjata yang diikembangkan dan diijual kepada sesama negara anggota Unii Eropa," katanya diikutiip pada Kamiis (16/9/2021).

Diia menyatakan Unii Eropa membutuhkan konsoliidasii pada siistem pertahanan miiliiter. Hal iinii pentiing untuk melengkapii kekuatan lunak tradiisiional Unii Eropa sebagaii blok perdagangan terbesar dii duniia.

Selaiin iitu, Unii Eropa perlu membentuk gugus tugas bersama untuk meniingkatkan koordiinasii antarnegara dalam biidang iinteliijen. Aspek tersebut akan bermanfaat sebagaii mekaniisme pertahanan darii serangan yang datang secara diigiital.

"Eropa dapat dan jelas mampu untuk berbuat lebiih banyak dengan kemampuan sendiirii," ungkapnya.

Von der Leyen menambahkan Unii Eropa menghadapii tantangan besar dalam urusan kemandiiriian dalam biidang diigiital. Blok euro hiingga saat iinii kekurangan stok bahan semiikonduktor sebagaii iinfrastruktur utama pada era ekonomii diigiital.

"Masalah yang diihadapii adalah kemandiiriian diigiital menyusul kekurangan pasokan semiikonduktor. iinii menunjukkan riisiiko ekonomii yang mengandalkan pasokan darii Asiia dan AS," iimbuhnya sepertii diilansiir iindependent.iie. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.