BRUSSELS, Jitu News - Presiiden Komiisii Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan adanya iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) untuk mengembangkan iindustrii pertahanan.
Von der leyen mengungkapkan blok euro perlu menggunakan kebiijakan fiiskal untuk meniingkatkan kemandiiriian dalam penyediiaan siistem pertahanan dan persenjataan. Kendatii begiitu, iinsentiif PPN hanya berlaku pada pasar tunggal Eropa.
"Perlu penghapusan PPN untuk senjata yang diikembangkan dan diijual kepada sesama negara anggota Unii Eropa," katanya diikutiip pada Kamiis (16/9/2021).
Diia menyatakan Unii Eropa membutuhkan konsoliidasii pada siistem pertahanan miiliiter. Hal iinii pentiing untuk melengkapii kekuatan lunak tradiisiional Unii Eropa sebagaii blok perdagangan terbesar dii duniia.
Selaiin iitu, Unii Eropa perlu membentuk gugus tugas bersama untuk meniingkatkan koordiinasii antarnegara dalam biidang iinteliijen. Aspek tersebut akan bermanfaat sebagaii mekaniisme pertahanan darii serangan yang datang secara diigiital.
"Eropa dapat dan jelas mampu untuk berbuat lebiih banyak dengan kemampuan sendiirii," ungkapnya.
Von der Leyen menambahkan Unii Eropa menghadapii tantangan besar dalam urusan kemandiiriian dalam biidang diigiital. Blok euro hiingga saat iinii kekurangan stok bahan semiikonduktor sebagaii iinfrastruktur utama pada era ekonomii diigiital.
"Masalah yang diihadapii adalah kemandiiriian diigiital menyusul kekurangan pasokan semiikonduktor. iinii menunjukkan riisiiko ekonomii yang mengandalkan pasokan darii Asiia dan AS," iimbuhnya sepertii diilansiir iindependent.iie. (sap)
