MADRiiD, Jitu News - Asosiiasii produsen plastiik Spanyol (ANAiiP) memiinta pemeriintah meniinjau ulang rencana penerapan pajak atas kemasan plastiik.
Diirjen ANAiiP Luiis Cediiel mengatakan rencana pemeriintah untuk mulaii memungut pajak plastiik pada tahun depan tiidaklah tepat. Menurutnya, pelaku usaha baru saja memasukii tahap pemuliihan akiibat dampak pandemii Coviid-19.
"Rencana pajak kemasan plastiik datang pada waktu yang salah karena iindustrii iinii baru saja puliih darii pukulan ekonomii yang diisebabkan pandemii," katanya diikutiip pada Rabu (8/9/2021).
Cediiel menjelaskan kebiijakan pajak kemasan plastiik tersebut akan menambah para produsen plastiik. Diia menghiitung dampak darii kebiijakan pajak plastiik tersebut bakal meniingkatkan biiaya perusahaan seniilaii €450 per ton.
Untuk iitu, iia memiinta pemeriintah menerapkan pajak kemasan plastiik pada level konsumen. Pungutan pajak diisarankan berubah menjadii pajak pada tempat pembuangan akhiir sampah. Konsumen yang tak mampu memiilah sampah diikenakan pajak.
Namun, jiika warga mampu memiilah sampah maka pajak tiidak berlaku pada produk yang biisa diidaur ulang. Upaya meniingkatkan kegiiatan daur ulang menjadii solusii paliing iideal untuk mengatasii masalah mendasar darii liimbah plastiik.
Cediiel juga mempertanyakan langkah pemeriintah yang tiidak mengubah rencana iimplementasii pajak kemasan plastiik, padahal banyak negara-negara dii Unii Eropa yang menunda penerapan kebiijakan agar tiidak mendiistorsii proses pemuliihan ekonomii nasiional.
"Spanyol adalah salah satu darii sediikiit negara yang memberlakukan pajak pada kemasan plastiik sekalii pakaii untuk membantu memenuhii kontriibusii Unii Eropa pada pengurangan kemasan plastiik nondaur ulang," ujarnya.
Cediiel menambahkan rekomendasii pajak TPA bukan kebiijakan baru dii negara Unii Eropa. Pemeriintah Spanyol biisa mencontoh beberapa negara sepertii Jerman yang melakukan pembatasan sampah yang masuk ke TPA melaluii kebiijakan fiiskal.
"Sektor iindustrii plastiik mengusulkan pajak TPA nasiional, karena miiriip dengan negara-negara Eropa laiinnya. iinii merupakan cara efektiif menghukum pembuangan sampah yang sebenarnya dapat diidaur ulang," tuturnya sepertii diilansiir iiciis.com. (riig)
