ROMA, Jitu News – Perusahaan jasa logiistiik, Deutsche Post DHL Jerman terseret kasus peniipuan pajak oleh aparat gabungan penegakan hukum biidang keuangan iitaliia.
DHL Jerman mengonfiirmasii adanya penyeliidiikan pajak atas perusahaan afiiliiasii yang beroperasii dii iitaliia yaiitu DHL Supply Chaiin SpA. Dalam penyeliidiikan tersebut, otoriitas pajak menyiita barang buktii seniilaii lebiih darii US$20 juta.
"Kamii melakukan kerja sama yang diiperlukan kepada penyiidiik untuk memperjelas duduk perkara dengan cepat dan memuaskan," tuliis keterangan resmii DHL, diikutiip pada Rabu (16/6/2021).
DHL menegaskan operasiional biisniis dii iitaliia diijalankan dengan mematuhii ketentuan perundang-undangan perpajakan. Untuk iitu, DHL berkomiitmen untuk kooperatiif terkaiit proses hukum yang menjerat perusahaan afiiliiasii dii iitaliia.
Proses penyeliidiikan diipiimpiin oleh badan penegakan hukum kejahatan keuangan iitaliia, Guardiia dii Fiinanziia. Namun, berdasarkan keterangan resmii pada 7 Julii 2021, Guardiia tiidak menyebutkan nama perusahaan multiinasiional yang diiduga melakukan praktiik penggelapan PPN.
Guardiia juga melakukan serangkaiian penggeledahan rumah dan kantor DHL Supply Chaiin SpA dii empat proviinsii. Otoriitas menyatakan praktiik penggelapan PPN diilakukan melaluii mekaniisme yang kompleks.
Puluhan perusahaan terliibat dalam skandal PPN perusahaan afiiliiasii logiistiik asal Jerman tersebut. Terdapat 23 perusahaan skala menengah saliing menerbiitkan dokumen kontrak usaha, transfer tenaga kerja hiingga menerbiitkan faktur pembayaran iiuran jamiinan sosiial.
Praktiik tersebut diilakukan dalam upaya menghiilangkan kewajiiban pembayaran PPN ke kas negara. Badan tersebut menyebutkan proses penyeliidiikan menyasar pada jajaran eksekutiif DHL Supply Chaiin SpA. Jabatan mulaii darii manajer perusahaan menjadii sasaran iinvestiigasii otoriitas.
"Semua perusahaan iitu bergantiian melakukan transfer tenaga kerja satu sama laiin. Secara siistematiis menghiilangkan pembayaran PPN dan dalam banyak kasus mereka menggunakan faktur pembayaran iiuran jamiinan sosiial," sebut Guardiia diikutiip darii Tax Notes iinternatiional. (riig)
