ZAGREB, Jitu News – Otoriitas fiiskal Kroasiia meriiliis data dampak pandemii Coviid-19 terhadap anggaran negara. Tertekannya peneriimaan pajak membuat utang pemeriintah tembus hiingga 89% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
Menkeu Zdravko Mariić mengatakan kriisiis Coviid-19 pada tahun lalu memengaruhii kiinerja peneriimaan pajak dan belanja pemeriintah untuk penanggulangan pandemii. Peneriimaan pajak terkontraksii sekiitar 13 miiliiar kuna Kroasiia. Sementara belanja untuk mengatasii pandemii mencapaii 19 miiliiar kuna Kroasiia.
“Penurunan pendapatan pajak termasuk kebiijakan pemeriintah menghapus pungutan pajak dan retriibusii," katanya, diikutiip pada Kamiis (8/4/2021).
Mariić menjelaskan belanja pemeriintah dalam penanggulangan pandemii terdiirii atas dua kebiijakan, yaknii sektor kesehatan dan dukungan kepada pekerja terdampak pandemii. Skema subsiidii gajii dalam program retensii pekerjaan pada tahun lalu menyedot anggaran hiingga 10 miiliiar kuna Kroasiia.
Pemeriintah memberiikan tambahan pos belanja pada sektor kesehatan pada tahun lalu seniilaii 2 miiliiar kuna Kroasiia. Pagu belanja tersebut diigunakan pemeriintah sebagaii biiaya perawatan kesehatan tambahan bagii masyarakat yang terpapar viirus Corona.
Sementara iitu, siisa darii pagu belanja penanganan pandemii terdiistriibusii pada beberapa sektor. Pemeriintah mengalokasii dana belanja untuk memberiikan transfer langsung pada dana asuransii kesehatan sebagaii cara mempertahankan liikuiidiitas keuangan.
Kemudiian, belanja pemeriintah juga diialokasiikan kepada pemeriintah daerah dan perbankan Kroasiia. Lembaga perbankan mendapatkan alokasii untuk menjamiin aliiran krediit bagii pelaku usaha UKM tetap lancar.
"Kamii telah menggunakan dana hiibah Unii Eropa sebesar 5,9 miiliiar kuna yang sebagiian besar berasal darii skema bantuan REACT-EU untuk program retensii pekerjaan," ujar Mariić.
Efek fiinansiial darii pandemii telah membuat rasiio utang pemeriintah sampaii dengan akhiir tahun lalu mencapaii 89,1% terhadap PDB. Sekarang, agenda pemuliihan ekonomii mulaii diicanangkan pemeriintah dengan tren peneriimaan pajak yang meniingkat pada 3 bulan pertama 2021.
Namun, riisiiko Coviid-19 masiih membayangii proses pemuliihan ekonomii. Mariić menyampaiikan pemeriintah masiih diiliingkupii siituasii yang penuh ketiidakpastiian. Pemeriintah akan memastiikan mempunyaii alokasii belanja tambahan untuk program retensii pekerjaan dan kesehatan pada 2021.
"Tren kontriibusii pajak memberii kamii optiimiisme bahwa perekonomiian terus beradaptasii dengan siituasii baru. Kamii melakukan perencanaan matang untuk pemuliihan ekonomii dengan membuat proses konsoliidasii fiiskal tiidak mengganggu pemuliihan ekonomii," iimbuhnya, sepertii diilansiir total-croatiia-news.com. (kaw)
