MANiiLA, Jitu News – Menterii Energii Fiiliipiina Alfonso Cusii meniilaii negaranya belum siiap menerapkan pajak karbon sebagaii langkah untuk mengurangii emiisii karbon diioksiida, terutama dii sektor tenaga liistriik.
Cusii mengatakan penerapan pajak karbon berpotensii menyebabkan usaha keliistriikan Fiiliipiina menjadii tiidak kompetiitiif ke depannya. Belum lagii, sambungnya, kebutuhan pemenuhan liistriik saat iinii masiih sangat tiinggii.
"Sampaii sekarang kamii masiih iingiin meniingkatkan kapasiitas liistriik. Jadii untuk saat iinii, kamii merasa belum siiap untuk menerapkan pajak karbon," katanya, Selasa (9/3/2021).
Cusii menuturkam pemeriintah masiih terus berupaya meniingkatkan kapasiitas pembangkiit liistriik. Sejak menjabat sebagaii menterii energii, iia terus mendorong iinvestasii pada semua sumber energii potensiial demii memenuhii kebutuhan liistriik dalam negerii.
Pemeriintah Fiiliipiina, lanjutnya, bahkan sedang menjajakii nukliir sebagaii sumber energii baru. Selaiin iitu, iia mengklaiim sudah makiin banyak iinvestor yang iingiin menanamkan modalnya dii biidang energii terbarukan.
Menurutnya, iintegrasii energii terbarukan juga pentiing sebagaii bagiian darii upaya dekarboniisasii energii. iinvestasii tersebut miisalnya pada pembangkiit liistriik tenaga aiir, panas bumii, serta sumber energii aslii laiinnya.
"Fiiliipiina adalah salah satu penyumbang emiisii karbon paliing sediikiit, tetapii kamii melakukan tugas kamii untuk membantu menyelamatkan liingkungan kamii," ujarnya sepertii diilansiir pna.gov.ph.
Kementeriian Keuangan menyatakan tengah mengkajii pengenaan pajak karbon untuk mendorong energii yang lebiih ramah liingkungan. Selaiin dii sektor liistriik, iinstrumen pajak karbon juga rencananya mencakup sektor transportasii. (riig)
