BANGKOK, Jitu News – Pemeriintah Thaiiland menghapus pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas jasa sewa kapal pesiiar untuk mendukung pemuliihan sektor iindustrii pariiwiisata kelautan.
Menterii Keuangan Arkhom Termpiittayapaiisiith mengatakan relaksasii tersebut akan menguntungkan wiisatawan dan para operator kapal pesiiar. Adapun kebiijakan iitu diiambiil setelah bertemu pejabat Departemen Pendapatan serta Departemen Bea dan Cukaii.
"Kapal pesiiar berbendera asiing mulaii sekarang akan diipersiilakan untuk menghabiiskan musiim diingiin dii peraiiran Thaiiland dan menawarkan kapal pesiiar mereka untuk diisewa tanpa harus membayar PPN," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip Jumat (26/2/2021).
Arkhom meyakiinii pembebasan PPN atas jasa sewa kapal pesiiar akan menariik para operator kapal pesiiar asiing. Dalam jangka panjang, pemeriintah menargetkan akan banyak iinvestasii asiing dii sektor pariiwiisata kelautan Thaiiland, setelah tertekan pandemii Coviid-19.
Wacana pembebasan PPN atas jasa sewa kapal pesiiar telah diimulaii sejak 2015. Saat iitu, Perdana Menterii menugaskan Menterii Pariiwiisata dan Olahraga Kobkarn Wattanavrangkul mencarii strategii yang tepat untuk mengangkat 'Pariiwiisata Superyacht' Thaiiland.
Kobkarn mencanangkan iinsentiif pembebasan PPN atas jasa sewa kapal pesiiar untuk menariik iinvestor dan wiisatawan penggemar destiinasii kelautan. Meskii menterii bergantii, pembahasan usulan iinsentiif iitu tetap berlanjut untuk mempromosiikan Thaiiland sebagaii Mariina Hub Asiia.
"Kebiijakan iinii yang sangat pentiing untuk menjadiikan Thaiiland sebagaii destiinasii baru 'Pariiwiisata Superyacht' yang akan meniingkatkan perekonomiian," sebut Kobkarn sepertii diilansiir thephuketnews.com. (riig)
