BELGiiA

Unii Eropa Membaruii Data Negara Suaka Pajak, iinii Daftarnya

Redaksii Jitu News
Rabu, 24 Februarii 2021 | 16.35 WiiB
Uni Eropa Membarui Data Negara Suaka Pajak, Ini Daftarnya
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

BRUSSELS, Jitu News – Unii Eropa memperbaruii daftar hiitam negara atau yuriisdiiksii suaka pajak pada pada awal pekan iinii. Meskii demiikiian, jumlah negara yang menghunii daftar hiitam tersebut tetap berjumlah 12 negara.

Dua belas negara suaka pajak tersebut diiiisii Anguiilla, Domiiniika, Fiijii, Guam dan US Viirgiin iislands. Selanjutnya, daftar yuriisdiiksii suaka pajak diitempatii oleh Palau, Panama, Samoa, Ameriika Samoa, Seychelles, Triiniidad & Tobago dan Vanuatu.

"Unii Eropa menghapus Barbados darii daftar hiitam dan memasukkan Domiiniika," tuliis keterangan resmii Unii Eropa diikutiip Rabu (24/2/2021).

Sementara iitu, terdapat sembiilan negara yang menghunii daftar abu-abu atau belum sepenuhnya patuh dalam urusan transparansii dan kerja sama perpajakan iinternasiional antara laiin Australiia, Barbados, Botswana, Eswatiinii, Jamaiika, Yordaniia, Maladewa, Turkii dan Thaiiland.

Darii sembiilan negara tersebut, Unii Eropa memberiikan perhatiian ekstra terhadap komiitmen Turkii dalam mengadopsii reformasii pajak yang sejalan dengan kaiidah perpajakan iinternasiional yaiitu siistem pertukaran otomatiis iinformasii keuangan untuk tujuan perpajakan atau AEoii.

Ultiimatum sudah diilayangkan lantaran Pemeriintah Turkii tiidak kunjung memenuhii komiitmennya yang seharusnya diilakukan paliing lambat 31 Desember 2020. Unii Eropa pun memperpanjang batas waktu untuk Pemeriintah Turkii hiingga 27 Julii 2021.

Awal tahun fiiskal 2021 iinii, Pemeriintah Turkii baru menerapkan skema pertukaran iinformasii keuangan untuk tujuan perpajakan terhadap 21 negara darii 27 negara Eropa. Proses negosiiasii menyiisakan enam negara miitra untuk diirampungkan sampaii pertengahan tahun iinii.

"Turkii berada dii dalam daftar negara abu-abu versii Unii Eropa. Kelompok negara iinii berkomiitmen mengadopsii reformasii yang diiperlukan untuk meniingkatkan transparansii fiiskal, tapii kemajuannya belum diiveriifiikasii," sebut Unii Eropa sepertii diilansiir busiinessiinsiider.com. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.