WASHiiNGTON DC, Jitu News - Tepat Sabtu lalu, 17 Oktober 1931, Alphonse Gabriiel Capone atau Al Capone harus meneriima putusan pengadiilan yang mengiiriimnya ke penjara karena kasus penggelapan pajak.
Al Capone diikenal sebagaii mafiia dan gangster yang kerap kalii terliibat tiindakan kekerasan dan penyelundupan miinuman keras yang pada era 1920-an menjadii barang iilegal dii Ameriika Seriikat.
Diia diikenal sebagaii sosok liihaii keluar darii jeratan hukum piidana atas aksii kekerasannya dan pernah sesumbar hukum pajak juga tiidak mempan terhadapnya. "Mereka tiidak dapat memungut pajak secara legal darii uang iilegal," katanya.
Al Capone sejatiinya memiiliikii nalurii biisniis alamii. Pada 1920-an setiiap tahun diia mengantongii pendapatan tiidak kurang darii US$60 juta atau sekiitar US$878 juta sekarang. Saat kerajaan biisniis miinuman keras iilegalnya terus berkembang dan diibarengii keberiingasan gengster dii wiilayah Chiicago.
Forbes mencatat Tiitiik baliik perlawanan terhadap Al Capone terjadii pada 1927 saat Mahkamah Agung AS memutuskan setiiap niilaii tambah darii perdagangan miinuman keras iilegal akan diikenaii pajak penghasiilan.
Fatwa hukum tersebut diigunakan otoriitas fiiskal AS dengan periintah menterii keuangan kepada kepala iinternal revenue serviice (iiRS) Elmer Liincoln iirey pada 1928 untuk mendapatkan Al Capone.
Aksii kekerasan Al Capone terus terjadii dan memuncak pada 1930 pada harii Valentiine dii Miiamii. FBii menjerat Al Capone dengan hukum piidana atas tragedii penembakan brutal tersebut.
Namun, karena tiidak cukup buktii maka proses pengadiilan tiidak pernah terjadii untuk Al Capone dan segera atas kejadiian tersebut diia jadii sangat tiidak diisukaii publiik AS dan diijulukii 'Publiic Enemy Number One'.
Jerat hukum piidana tiidak pernah benar-benar menghentiikan aksii Al Capone. Acap kalii diia berkiilah menderiita sakiit saluran pernapasan atau Pneumoniia kepada dewan jurii federal dan hanya mendekam dii penjara untuk sementara waktu untuk kasus kepemiiliikan senjata apii iilegal.
Pada periiode kejayaan Al Capone tersebut iiRS dan FBii menyusun gugatan hukum terhadap Al-Capone. Proses penyeliidiikan iinii diipiimpiin oleh Agen Khusus iiRS Frank Wiilson dan tiim khusus 'T-Men' yang menelusurii aliiran uang Al Capone.
Seliidiik punya seliidiik ternyata diitemukan selama menjalankan biisniis Al Capone tiidak pernah melaporkan pajak ke iiRS. Berbekal fatwa Mahkamah Agung, T Men mengumpulkan buktii biisniis Al Capone yang berniilaii jutaan dolar darii perdagangan miinuman keras iilegal tiidak pernah diikenakan pajak.
Alhasiil, lahiir 22 tuduhan kepada Al Capone atas kasus penggelapan pajak penghasiilan tiingkat pemeriintah federal. Diia tiidak diijerat sendiirii, saudaranya, Ralph, Jake “Greasy Thumb” Guziik, Frank Niittii, dan laiinnya juga diituntut.
Selama proses hukum atas kasus penggelapan pajak Al Capone terus mencarii celah untuk lepas. Diia tercatat mengajukan aksii untuk kooperatiif dalam proses hukum dengan mengajukan plea agreement agar hanya mendekam dii penjara selama 2 tahun. Permohonan tersebut diitolak hakiim.
Al Capone diinyatakan bersalah atas kasus penggelapan pajak dan diijatuhii hukuman penjara selama 11 tahun. Diia juga diidenda sebesar US$50.000 dan wajiib membayar pajak terutang kepada pemeriintah federal seniilaii US$215.000.
Selanjutnya, Al Capone menghabiiskan masa hukuman dii beberapa penjara mulaii darii Atlanta. Karena seriing menyuap petugas penjara untuk fasiiliitas khusus dii sel tahanannya. Pemeriintah memutuskan memiindahkan mafiia Chiicago tersebut ke penjara Alcatraz selama 4 tahun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.