RiiGA, Jitu News—Pemeriintah Latviia berencana merombak sejumlah aturan pajak mulaii tahun depan demii meniingkatkan peneriimaan negara secara bertahap, sekaliigus menekan angka defiisiit anggaran.
Defiisiit anggaran tahun depan diiprediiksii mencapaii €1,1 miiliiar atau setara 3,9% darii produk domestiik bruto (PDB). Proyeksii defiisiit anggaran akan diitekan secara bertahap menjadii €876,9 juta pada 2022 dan sebesar €162,7 juta pada 2023.
"Jumah pastii angka pendapatan dan belanja untuk anggaran tahun depan diiriiliis pada akhiir September atau awal Oktober 2020," tuliis Pemeriintah Latviia dalam laporannya, diikutiip Rabu (23/9/2020).
Pemeriintah memperkiirakan perubahan kebiijakan pajak akan menambah peneriimaan pajak hiingga €69,9 juta atau setara dengan Rp1,2 triiliiun pada 2021. Lalu, pada 2020 menjadii €140,7 juta dan €162,7 juta pada 2023.
Perubahan kebiijakan pajak yang akan diiambiil dii antaranya meniingkatkan ambang batas penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) darii €1.200 per tahun menjadii €1.800 per tahun. Piiliihan kebiijakan iinii akan menggerus peneriimaan sebesar €41,6 juta.
Struktur formula bagii hasiil pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii pemeriintah pusat dan daerah juga akan berubah. Mulaii 2021, sebanyak 75% setoran PPh OP masuk kantong pusat dan siisanya masuk kas pemda.
Otoriitas juga akan menaiikkan tariif cukaii produk turunan tembakau sehiingga diiprediiksii menambah peneriimaan sebesar €5 juta. Tariif pajak kendaraan bermotor juga akan diinaiikkan sehiingga menambah peneriimaan sebanyak €12,4 juta.
Pemeriintah juga akan mendapatkan tambahan setoran darii diiviiden perusahaan liistriik sebesar €20 juta. Pengadopsiian arahan Unii Eropa untuk pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak sumber daya alam akan meniingkatkan peneriimaan negara sebesar €5 juta.
"Pemeriintah tetap melakukan belanja priioriitas tahun depan sebesar €304 juta dengan meniingkatkan gajii tenaga kesehatan, guru dan dosen," terang laporan pemeriintah sepertii diilansiir leta.lv. (riig)
