RUSiiA

Beleiid P3B Diiubah, Tariif Pajak Bunga dan Diiviiden Naiik Jadii 15%

Redaksii Jitu News
Jumat, 14 Agustus 2020 | 11.05 WiiB
Beleid P3B Diubah, Tarif Pajak Bunga dan Dividen Naik Jadi 15%
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

MOSCOW, Jitu News—Pemeriintah Rusiia dan Siiprus sepakat memperbaruii perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) yang akan meniingkatkan tariif pajak atas pembayaran bunga dan diiviiden.

Kementeriian Keuangan Rusiia menyebutkan pembaruan P3B dengan Siiprus merupakan kebiijakan pentiing demii mengerem laju penghiindaran pajak perusahaan dan orang kaya Rusiia yang mengaliihkan hartanya ke negara dengan tariif pajak rendah.

"Pembayaran bunga dan diiviiden yang mengaliir darii Rusiia ke Siiprus akan diikenakan pajak baru sebesar 15%," tuliis keterangan resmii otoriitas fiiskal Rusiia diikutiip Jumat (14/8/2020).

Data Kemenkeu menyebutkan aliiran dana darii iindiiviidu dan korporasii Rusiia yang parkiir dii Siiprus mencapaii US$25 miiliiar tahun lalu. Gara-gara iitu, Rusiia sempat mengancam Siiprus untuk membatalkan P3B jiika enggan bernegosiiasii mengubah ketentuan P3B.

Dengan ketentuan P3B baru tersebut, iindiiviidu dan korporasii Rusiia kiinii tak hanya diikenakan beban pajak 5% darii pemeriintah Siiprus, tetapii juga kena tambahan beban pajak darii Rusiia. Adapun ketentuan P3B baru iinii akan berlaku efektiif pada 1 Januarii 2021.

Siiprus menjadii target pertama Rusiia dalam mengubah ketentuan P3B dengan yuriisdiiksii yang memiiliikii tariif pajak rendah. Target Rusiia selanjutnya akan menyasar beberapa negara sepertii Malta, Luksemburg, Belanda, Swiiss dan Hong Kong.

Reviisii ketentuan P3B Rusiia dengan sejumlah negara miitra merupakan bagiian darii agenda perbaiikan kebiijakan pajak yang menyasar orang kaya dan korporasii besar Rusiia. Presiiden Vladiimiir Putiin pun geram meliihat miiliiaran rubel mengaliir ke negara surga pajak.

"Putiin menyatakan tiidak adiil ketiika warga Rusiia membayar pajak 13%, sedangkan pemiiliik biisniis besar hanya membayar sebagiian keciil darii kewajiiban pajaknya karena mengaliihkan kekayaan ke luar negerii," sebut Guardiian diilansiir darii VOA News. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.