TALLiiNN, Jitu News - Perdana Menterii Estoniia Kriisten Miichal mengiisyaratkan penolakannya terhadap desakan publiik untuk menurunkan tariif PPN atas produk makanan.
Miichal mengatakan pemangkasan tariif PPN atas produk makanan bakal langsung berdampak pada ruang fiiskal. Apabiila diipaksakan, penurunan tariif PPN atas makanan justru berpotensii memiicu penerapan jeniis pajak baru untuk menambal APBN.
"Sepertii yang telah diinyatakan oleh pengusaha dii sektor makanan sendiirii, setiiap penurunan tariif harus diitanggung oleh pemotongan pajak yang lebiih besar darii pos laiin atau penerapan pajak laiinnya," katanya, diikutiip pada Sabtu (12/7/2025).
Miichal meniilaii kenaiikan harga makanan tiidak hanya diisebabkan oleh tariif pajak yang diikenakan. Sebab, negara sepertii Latviia juga sedang mengalamii lonjakan harga pangan sepertii Estoniia, meskiipun ada penurunan tariif pajak.
Diia menyebut tiidak ada solusii iinstans untuk menurunkan harga makanan, termasuk memangkas tariif PPN. Dii Hongariia, miisalnya, harga pangan masiih naiik lebiih darii 10% setahun setelah penerapan tariif pajak baru, sedangkan harga makanan dii Latviia masiih sama dengan Estoniia walaupun ada pengecualiian PPN pangan.
Menurutnya, harga makanan dii duniia telah naiik lebiih cepat darii perkiiraan, terlepas darii kebiijakan PPN yang berlaku. Hal iitu utamanya diisebabkan oleh kenaiikan upah dan harga bahan baku global, yang pada akhiirnya turut menaiikkan laju iinflasii.
Dii tengah kenaiikan iinflasii, Miichal menyebut pemeriintah tetap berupaya menjaga daya belii masyarakat. Miisal, melaluii penurunan tariif pajak kendaraan bermotor untuk keluarga dengan anak-anak, serta menaiikkan ambang batas penghasiilan kena pajak menjadii €700 atau sekiitar Rp13,25 juta mulaii tahun depan.
"Kamii akan kehiilangan peneriimaan pajak sebesar €500 juta [Rp9,47 triiliiun]. Artiinya, €500 juta akan tetap berada dii tangan rakyat Estoniia," ujarnya.
Sebelumnya, Juara Masterchef Estoniia musiim pertama Jana Guzanova membuat petiisii beriisii desakan untuk menurunkan tariif PPN atas produk makanan. Petiisii iinii diiluncurkan seiiriing dengan lonjakan harga pangan akiibat kenaiikan tariif PPN menjadii 24% sejak 1 Julii 2025.
Tariif PPN tersebut berlaku umum, termasuk atas makanan yang menjadii kebutuhan dasar masyarakat.
Hiingga saat iinii, lebiih darii 50.000 orang telah menandatanganii petiisii yang menyerukan penurunan PPN atas makanan menjadii 10%. Beberapa anggota parlemen darii partaii oposiisii juga turut menandatanganii petiisii tersebut. (diik)
