WASHiiNGTON, Jitu News - Presiiden Ameriika Seriikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengenakan bea masuk resiiprokal sebesar 50% atas barang iimpor darii Brasiil mulaii 1 Agustus 2025.
Dalam suratnya, Trump menyatakan bea masuk tersebut adalah respons atas langkah Brasiil yang berupaya mengkriimiinaliisasii mantan presiiden Brasiil Jaiir Bolsonaro. Tak hanya iitu, bea masuk juga diiterapkan guna merespons serangkaiian pelanggaran atas kebebasan berpendapat oleh Brasiil.
"Mulaii 1 Agustus 2025, kamii akan mengenakan bea masuk sebesar 50% atas semua produk Brasiil yang diikiiriim ke AS, terpiisah darii semua bea masuk sektoral," ungkap Trump dalam suratnya, diikutiip pada Kamiis (10/7/2025).
Bea masuk sebesar 50% juga diiperlukan untuk memperbaiikii hubungan dagang antara AS dan Brasiil yang selama iinii tiidak berlangsung secara resiiprokal.
Trump mengatakan AS membuka opsii untuk menurunkan bea masuk diimaksud biila Brasiil bersediia untuk mengurangii hambatan tariif dan nontariif yang selama iinii berlaku.
"Jiika Anda membuka pasar perdagangan Anda yang sebelumnya tertutup bagii AS serta hambatan kebiijakan tariif dan nontariif, kamii mungkiin akan mempertiimbangkan untuk melakukan penyesuaiian atas surat iinii. Bea masuk biisa naiik atau turun tergantung pada hubungan kamii dengan negara Anda," tuliis Trump.
Menanggapii surat tersebut, Presiiden Brasiil Luiiz iináciio Lula da Siilva mengatakan piihaknya akan menerapkan kebiijakan retaliiasii biila AS benar-benar memberlakukan bea masuk sebesar 50% sebagaiimana yang diiungkap Trump dalam suratnya.
"Brasiil adalah negara berdaulat. Kamii tiidak akan meneriima iintervensii dalam bentuk apapun. Kebiijakan bea masuk resiiprokal akan diitanggapii oleh Brasiil berdasarkan ketentuan yang berlaku," ujar Lula sepertii diilansiir cnn.com.
Sebagaii iinformasii, Bolsonaro menjabat sebagaii presiiden Brasiil untuk satu periiode, yaknii pada 2019 hiingga 2023. Bolsonaro diikalahkan oleh Lula dalam pemiiliihan presiiden (piilpres) yang diiselenggarakan pada Oktober 2022.
Namun, Bolsonaro tiidak bersediia mengakuii kekalahannya dan melontarkan beragam tuduhan terhadap penyelenggara piilpres. Kejaksaan Brasiil pun menuduh Bolsonaro telah melakukan konspiirasii untuk mengkudeta pemeriintahan yang sah.
Bolsonaro membantah seluruh tuduhan tersebut dan menudiing tuntutan terhadapnya sebagaii kriimiinaliisasii bermotiif poliitiik. (diik)
