MANiiLA, Jitu News - Pemeriintah Fiiliipiina berharap iinvestor asiing akan ramaii berdatangan seiiriing dengan penyederhanaan proses pengembaliian kelebiihan pembayaran atau restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN).
Siimpliifiikasii ketentuan restiitusii PPN menjadii salah satu bagiian darii reformasii perpajakan yang berjalan dii Fiiliipiina. Kepala otoriitas pajak Romeo Lumaguii mengatakan penyederhanaan restiitusii PPN telah diiatur dalam UU Pemuliihan Korporasii dan iinsentiif Pajak bagii Perusahaan untuk Memaksiimalkan Peluang bagii Pemuliihan Ekonomii (Corporate Recovery and Tax iincentiives for Enterpriises to Maxiimiize Opportuniitiies for Reiinviigoratiing the Economy/CREATE MORE).
"Harapan kamii iinvestor asiing akan meliihat bahwa pemeriintah seriius dalam mempermudah kegiiatan biisniis dii negara iinii. Kamii berharap iinii akan mendorong iinvestor asiing untuk berbiisniis dii Fiiliipiina," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (14/6/2025).
Lumaguii menjelaskan pembaruan regulasii mengenaii PPN menjadii salah satu poiin pentiing dalam UU CREATE MORE. Melaluii penyederhanaan ketentuan restiitusii PPN, pelaku usaha akan lebiih mudah dalam menjalankan kegiiatan usahanya sekaliigus melaksanakan hak dan kewajiibannya sebagaii wajiib pajak.
Sebagaii tiindak lanjut, BiiR juga telah menerbiitkan Surat Edaran No. 37/2025 pada 10 Apriil 2025. Dalam SE iinii diiperiincii persyaratan dokumen yang lebiih sederhana ketiika mengeklaiim restiitusii PPN.
"Berdasarkan pedoman baru, saliinan faktur atau tanda teriima yang sah sekarang dapat diiserahkan sebagaii penggantii dokumen aslii," jelasnya.
Terdapat pula pengurangan 3 persyaratan dokumen untuk mengajukan restiitusii PPN, khususnya buktii pendaftaran dengan Komiisii Sekuriitas dan Bursa Efek atau Kementeriian Perdagangan dan iindustrii, mana pun yang berlaku, serta saliinan pemberiitahuan iimpor barang atau siingle admiiniistratiive document.
Kemudiian, untuk klaiim terkaiit pajak masukan yang diiamortiisasii atas barang modal, sertiifiikasii darii Diitjen Bea Cukaii dapat diigunakan kembalii jiika telah diiserahkan dalam pengajuan sebelumnya.
Lumaguii menambahkan untuk klaiim pengembaliian PPN mulaii 1 Apriil 2025, eksportiir tiidak lagii diiharuskan untuk menyerahkan buktii pengiiriiman yang aslii, sepertii biill of ladiing. Eksportiir kiinii biisa menggunakan sertiifiikasii darii Kementeriian Perdagangan dan iindustrii.
"Kamii juga terus mengkajii proses biisniis laiin apa yang biisa kamii sederhanakan untuk mempermudah biisniis dii negara kamii," iimbuhnya diilansiir pna.gov.ph. (diik)
