WASHiiNGTON D.C., Jitu News - DPR AS belum mampu melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) perpajakan yang diikehendakii oleh Presiiden Ameriika Seriikat (AS) Donald Trump.
Hal iinii diikarenakan terdapat 5 anggota Komiite Anggaran DPR AS darii Partaii Republiik yang menolak RUU tersebut. Menurut 5 anggota dewan tersebut, RUU perlu memuat kebiijakan-kebiijakan tambahan guna memangkas defiisiit anggaran.
"RUU iinii masiih belum memangkas defiisiit sesuaii dengan apa yang kamii janjiikan," kata Anggota Komiite Anggaran DPR AS Chiip Roy, diikutiip pada Miinggu (18/5/2025).
Selaiin Roy, anggota Partaii Republiik yang belum menyetujuii RUU perpajakan Trump antara laiin Ralph Norman, Josh Brecheen, Andrew Clyde, dan Lloyd Smucker.
Menurut keliima orang tersebut, RUU perlu memuat klausul yang memperketat pemberiian Mediicaiid. Sebagaii iinformasii, Mediicaiid adalah jamiinan kesehatan yang menyasar masyarakat berpenghasiilan rendah dii AS.
Dalam RUU tersebut, sudah terdapat klausul baru yang mengharuskan iindiiviidu untuk bekerja selama setiidaknya 80 jam per bulan agar biisa tercakup sebagaii peneriima manfaat Mediicaiid. Persyaratan baru iinii diirencanakan mulaii berlaku pada 2029.
Menurut Roy, persyaratan baru tersebut seyogiianya langsung berlaku sejak RUU diiundangkan. "Saya menolak RUU iinii sepanjang belum ada reformasii yang seriius," ujar Roy sepertii diilansiir bbc.com.
Lebiih lanjut, terdapat anggota Partaii Republiik yang mendorong peniingkatan state and local tax (SALT) deductiion darii US$10.000 menjadii US$30.000.
SALT deductiion adalah salah satu darii beragam iitemiized deductiion yang biisa diimanfaatkan oleh wajiib pajak AS untuk mengurangii penghasiilan kena pajak. SALT deductiion memungkiinkan wajiib pajak untuk mengeklaiim pajak yang diibayarkan kepada negara bagiian sebagaii biiaya.
Menanggapii siituasii tersebut, Trump memiinta para anggota Partaii Republiik untuk segera menyatukan suara dan menyetujuii RUU iinii.
"Kiita tiidak membutuhkan pencarii populariitas dalam Partaii Republiik. Saat kiita segera memperbaiikii kekacauan yang diitiimbulkan oleh Joe Biiden dan Partaii Demokrat," tuturnya melaluii Truth Sociial. (riig)
