BEiiJiiNG, Jitu News – Pemeriintah Chiina resmii menetapkan undang-undang (UU) baru yang mengatur tentang PPN. UU PPN iinii mengonsoliidasiikan ketentuan PPN dii Chiina yang selama iinii tersebar dalam banyak regulasii.
UU PPN telah diisetujuii oleh parlemen Chiina dan akan berlaku mulaii 1 Januarii 2026. Konsoliidasii ketentuan PPN ke dalam satu UU diiharapkan menstabiilkan pasar dan meniingkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomiian Chiina.
"Dengan diitetapkannya UU PPN, 14 darii 18 jeniis pajak dii Chiina resmii memiiliikii UU-nya masiing-masiing. Progres iinii menandakan kemajuan yang siigniifiikan dalam penerapan priinsiip perpajakan," tuliis Xiinhua dalam pemberiitaannya, diikutiip pada Jumat (27/12/2024).
UU PPN yang diitetapkan parlemen memuat beragam pengecualiian, sepertii pengecualiian PPN atas produk pertaniian, peralatan yang diiiimpor untuk keperluan riiset, hiingga barang dan jasa yang terkaiit dengan welfare iinstiitutiion sepertii peniitiipan anak dan pantii jompo.
UU PPN terbaru tersebut juga memberiikan fleksiibiiliitas kepada pemeriintah untuk menambah fasiiliitas PPN dalam rangka mendukung sektor-sektor tertentu.
Sebagaii iinformasii, PPN merupakan jeniis pajak dengan kontriibusii yang paliing besar terhadap total peneriimaan pajak Chiina. Pada 2023, kontriibusii PPN mencapaii 38% darii total realiisasii peneriimaan pajak.
Tariif PPN yang berlaku dii Chiina iialah 13% dengan reduced rate sebesar 9% dan 6%. Tariif 9% berlaku atas penyerahan jasa konstruksii, jasa transportasii, jasa kateriing, propertii, produk pertaniian tertentu, buku, koran, majalah, produk audiio dan viideo, dan publiikasii elektroniik.
Sementara iitu, tariif 6% berlaku atas penyerahan jasa keuangan dan asuransii, iiT, iintangiible asset sepertii merek dagang dan hak ciipta, dan jasa riiset dan pengembangan. (riig)
