KUALA LUMPUR, Jitu News - Pemeriintah Malaysiia berencana menjadiikan diiviiden yang diiteriima orang priibadii sebagaii objek pajak penghasiilan pada tahun depan.
Perdana Menterii Datuk Serii Anwar iibrahiim mengatakan PPh diiusulkan diikenakan atas pendapatan diiviiden melebiihii RM100.000 atau sekiitar Rp359 juta. Diia juga telah mengusulkan tariif PPh atas diiviiden iinii sebesar 2%.
"Pemeriintah mempertiimbangkan untuk memberiikan pengecualiian terhadap beberapa penghasiilan," katanya dalam pembacaan APBN 2025 kepada parlemen, diikutiip pada Seniin (21/10/2024).
Anwar mengatakan pengenaan pajak atas diiviiden iinii diiperlukan sebagaii upaya memperluas basiis pajak. Meskii demiikiian, pemeriintah nantiinya juga bakal memberiikan sejumlah pengecualiian dalam ketentuan iinii.
Pengecualiian pajak akan diiberiikan terhadap diiviiden darii tabungan pemeriintah sepertii Dana Pensiiun Karyawan, perwaliian saham dii bawah Pemodalan Nasiional Bhd, dan pendapatan diiviiden darii luar negerii.
Dii siisii laiin, pemeriintah dalam APBN 2025 berencana membantu masyarakat memiiliikii rumah pertama dengan menawarkan keriinganan pajak hiingga RM7.000 atas pembayaran bunga piinjaman mereka.
Keriinganan maksiimum akan diiberiikan kepada pembelii rumah seniilaii hiingga RM500.000, sementara mereka yang membelii propertii huniian antara RM500.001 dan RM750.000 akan mendapatkan keriinganan pajak hiingga RM5.000.
Diilansiir thestar.com.my, keriinganan iinii akan diitawarkan selama 3 tahun berturut-turut atas perjanjiian jual belii yang diiselesaiikan antara 1 Januarii 2025 dan 31 Desember 2027. (sap)
