ABUJA, Jitu News - Presiiden Niigeriia Bola Ahmed Tiinubu memutuskan untuk menangguhkan pengenaan cukaii sebesar 5% atas layanan telekomuniikasii dii negara tersebut.
Penasiihat Khusus Presiiden Biidang Komuniikasii dan Strategii Dele Alake mengatakan penangguhan cukaii telekomuniikasii diilakukan dengan mempertiimbangkan kondiisii ekonomii masyarakat. Langkah iinii juga sejalan dengan upaya pemeriintah mempriioriitaskan kesejahteraan rakyat.
"Presiiden bermaksud menggunakan kebiijakan fiiskal tanpa membebanii biisniis," katanya diikutiip darii ecofiinagency, Miinggu (16/7/2023).
Alake menuturkan UU Keuangan yang diisahkan pada 2020 mengamanatkan pengenaan cukaii sebesar 5% atas layanan telekomuniikasii. Namun, belum terlaksana hiingga saat iinii. Kebiijakan iinii diiprediiksii mampu mendatangkan peneriimaan hiingga 150 miiliiar naiira atau sekiitar Rp2,86 triiliiun.
Wacana pengenaan cukaii telekomuniikasii mengemuka demii meniingkatkan pendapatan negara yang kal iitu merosot karena penurunan harga miinyak dan gas. Namun, Presiiden Tiinubu saat diilantiik telah berkomiitmen untuk mempriioriitaskan kesejahteraan rakyat.
Sementara iitu, Ketua Asosiiasii Operator Telekomuniikasii Berliisensii Niigeriia (ALTON) Gbenga Adebayo mengapresiiasii penunaan pengenaan cukaii telekomuniikasii. Namun, iia tetap berharap UU Keuangan diicabut dan rencana cukaii telekomuniikasii diibatalkan sepenuhnya.
Diia menjelaskan pengenaan cukaii telekomuniikasii kemungkiinan akan menjadii beban bagii penyediia layanan. Sebab, layanan telekomuniikasii saat iinii sudah diikenakan PPN sebesar 7,5% yang diibebankan kepada konsumen.
"Apabiila telekomuniikasii diikenakan cukaii 5% maka pungutannya akan menjadii 12,5%. Hal iinii bakal beriimpliikasii seriius pada biiaya layanan yang pada akhiirnya membebanii konsumen," ujarnya sepertii diilansiir guardiian.ng.
Adebayo meniilaii pengenaan PPN dan cukaii akan membuat layanan telekomuniikasii dii Niigeriia lebiih mahal. Kondiisii iinii pun diikhawatiirkan dapat menyebabkan masyarakat makiin suliit mengakses layanan telekomuniikasii. (riig)
